Lamut (gaya banjar)

( dari syair Lamut)

Ratu Berunai dari kerajaan Pasak Palinggam mengadakan sayembara untuk merebutkan puterinya Junjung Masari. Akhirnya sayembara ini dimenangkan oleh Raja Kasan Mandi dari negara Pasir Tuya. Anaknya Bujang Manuala dikawinkan dengan puteri Junjung Masari.

Pecahan carang lakon

Negara Pasak Palinggam adalah Kayangan Miring


Ratu Berunai adalah Batara Guru

Puteri Junjung Masari adalah Dewi sasi

Negara pasir Tuya adalah Amarta

Bujang Manuala adalah Angkawijaya

Kasan mandi adalah Arjuna

Lamut adalah Semar

Anglung Anggasina adalah Bagong

Labai Burantana adalah Garing

Jaratulis Cinggang Kuba adalah Jambulita

Lakon Lamut dari syair Lamut dan lakon kebesaran dari Kitab kamus Marbawi merupakan ajaran hakikat dan Ma’rifat. Lamut adalah Semar, kata Lamut kerap kali ditambah dengan Paman Lamut. Arti asal katanya banyak yang dilupakan Palmutan sekarang, demikian pula rakyat pendengar biasa. Kata Paman sebenarnya berarti pamang = “Siapa gerangan”, dan kata Lamut sebenarnya berasal dari kata La Mautu, “ia yang tak pernah mati”.

Lakon ma’rifat yang ditamsilkan lakon Lamut ini tak sama dengan wayang Jawa untuk menarik orang yang belum Islam agar masuk agama Islam. Ia berfungsi mengajarkan hakekat kesempurnaan bagi mereka yang sudah beragama Islam, tetapi masih awam soal kebatinan.

About these ads

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 203 other followers

%d bloggers like this: