Wayang Sadad

Wayang Sadad diciptakan oleh Suryadi Warnosuhardjo pada tahun 1985. Ia berasal dari Desa Mireng, Kecamatan Trucuk, Klaten. Ia adalah seorang guru matematika di SPG Muhammadiyah Klaten sekaliguas dalangnya.

Ia mendapat gagasan dalam pembuatan wayang ini dari ayahnya, bahwa umat Islam harus mempunyai wayang yang tidak berdasarkan cerita Hindu. Maka, Suryadi tergugah untuk mewujudkan gagasan tersebut. Untuk itu, ia berusaha untuk belajar mendalang yang ditekuninya sejak SMA.

Wayang sadat diciptakannya dengan maksud untuk memberikan penyeimbangan terhadap perkembangan Islam yang disampaikan oleh para wali dahulu. Karena ada perkembangan sejarah yang mengarah kearah sinkretisme dengan masuknya pengaruh kebudayaan Jawa, Hindu dan Buddha dalam ajaran agama Islam. Disamping itu, ia bermaksud untuk melanjutkan hakikat Islam yang terdapat dalam gubahan pakeliran Wayang Purwa pada masa kerajaan Demak, yaitu cerita Jimat Kalimasada. Sedangkan, perkeliran pada masa perkembangan Wayang Beber, Wayang Madya, dan Wayang Gedog, tidak pernah menyinggung roh Islam, tetapi hanya cerita-cerita tentang raja-raja saja.

Kata “sadat” berasal dari kata syahadattain. Ia mempunyai tujuan dengan nafas Islam sebagai dakwah dalam pergelarnnya. Ia juga ingin melanjutnya tradisi Sekatenan yang merupakan pembacaan sahadat secara masal pada masa Kerajaan Demak.

About these ads

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 210 other followers

%d bloggers like this: