Sepatu Genderuwo


TETES embun yang bergelayut di ujung-ujung rumput seketika buyar tersapu langkah kaki seorang ibu muda yang trengginas. Dewi Maerah, wanita itu, memaksa kakinya melangkah lebar menuju ujung gang tempat penjual nasi bungkus.
More

Senjata Pusaka Gugat

”BOOOM!’ Tiba-tiba suara itu terdengar. Kepanikan melanda warga sekitar gudang senjata Ngamarta. Para ibu berteriak memanggil anak-anaknya. Sebagian lagi mencoba menyelamatkan harta benda. Bau mesiu begitu dominan menyengat.
More

Sepak Bola Curang

MATAHARI mengintip dari awan. Panasnya tak begitu terik. Celoteh burung gereja sesekali terdengar. Embus angin seperti malu-malu kucing. Entah kenapa, waktu di Ngamarta hari ini terasa lama dari hari yang sudah-sudah.

Baru kemarin hari Ketua KPU Puntadewa mengumumkan hasil tabulasi akhir. Sementara di Karang Kadempel. Ke mana kaki melangkah, sebagai kader partai, Gareng bangga atas kemenangan partai yang didukungnya. Nyengenges, ngumbar gigi putihnya.
More

Semar Moksa…


Ndoro Arjuno, izinkan saya berpulang ya. Ndak usah nangis lho Sampeyan. Bojo yang paling Sampeyan cintai, Ndoro Sembodro, juga jangan membik-membik. Nek Sampeyan dan Ndoro Ayu sungkawa, nanti anak-anak saya, Gareng, Petruk dan Bagong, pasti tambah melas dan keronta-ronta… katulo-tulo katali.
More

Semar Ingin Merdeka

SEBUAH mobil open kap berhenti mendadak di rumah Mbah Togog, seorang tokoh spiritual. Rem mobil itu menjerit-jerit serasa mengiris aspal. Beberapa murid si Mbah tampak memasukkan sebentuk tubuh gemuk ke ruang pasien. Di ruang tunggu, tampak wajah cemas Gareng dan Petruk. Mereka bergantian menengok ke dalam.
More

Semar Bukan Agen CIA

KENDARAAN roda tiga itu sesekali tampak oleng menghindari lubang jalan. Si penumpang adalah Arjuna. Pria ganteng itu pasang wajah mbesengut, mulutnya ngromed enggak jelas. Meski plakat bertulisan Semar, Jasa Konsultan Politik masih beberapa meter, tapi Arjuna lebih dulu meloncat dan langsung nyelonong ke ruang Semar.”Ini wigati bin puentingg. Paman harus bantu.
More

Ribu tahun di Smidra botol


Togog 40 dan Bilung, panakawan kaum hitam, di suatu Jumat Legi kepergok Bagong lagi mancing di Rambipuji, Jember. Bagong dikancani Anggodo yang ngrokoknya nggak mandek-mandek. Ia kera berbulu merah anak Resi Subali dan Dewi Tara. Omong punya omong, Togog bilang baru saja disuruh bosnya mereparasi kopiah ala raja, yaitu mahkota.
More

Previous Older Entries Next Newer Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 205 other followers