Ki R. H. Tjetjep Supriyadi

TJETJEP SUPRIYADI. R. H. (1931 – ), Nama Aslinya Adalah Tjetje, sedang Suprijadi adalah nama yang ditambahkannya sendiri di belakang nama aslinya karena kekagumannya dengan pahlawan PETA, Suprijadi. Sebenarnya dia masih keturunan darah biru, keturunan Menak dari Trah ……, Nenek moyangnya adalah bangsawan yang tidak mau bekerjasama dengan pemerintah Hindia Belanda. Akibatnya ditanggung oleh keturunannya. Keluarganya dikucilkan dan beberapa hak sosial dan intelelektualnya terpasung. Salah satunya tidak boleh mengenyam pendidikan. Dari tekadnya yang kuat maka sejarah keturunan dan kebangsawanan itu disembunyikan untuk bisa mengenyam pendidikan.
More

Ki Panut Darmoko

PANUT DARMOKO, KI. Lahir di Nganjuk, 10 September 1931. Nama lengkapnya H. Panut Sosrodarmoko, sering dipanggil dengan sebutan Ki Panut Darmoko. Seorang dalang Wayang Kulit Purwa yang pernah terkenal di tahun 1960-an sampai 1990-an. Pernah mengenyam pendidikan di Konservatori Karawitan Indonesia Surakarta, selain mengikuti kursus pedalangan HBS dan Kursus Pedalangan Pamardi Putri. Ia merupakan salah satu dari beberapa dalang yang pernah ditugasi mendalang di Istana Negara Jakarta atau Istana Bogor, pada masa pemerintahan Presiden Sukarno. Dalang lainnya yang juga mendapatkan kehormatan tampil di Istana negara adalah dalang-dalang pilihan pada jamannya. Tidak banyak dalang yang mendapat kesempatan itu, beberapa dalang terkenal yang lain di antaranya adalah Ki Gita Sewaka, Ki Nyatacarita dan Ki Pujasumarta dan Ir. Sri Mulyono.
More

Ki Jlitheng Suparman

Penampilannya sangat bersahaja, dengan perawakannya yang kecil, berambut cepak dan murah senyum, orang tak akan mengira, ia adalah Ki Jlitheng Suparman kelahiran Solo, 42 tahun yang lalu.
More

Ki Warseno “Slank” Harjodarsono

WARSENO HARJODARSONO, IR, Msi. KI. Lahir di Klaten, 18 Juni 1965. Ki Warseno atau yang juga dikenal dengan sebutan Warseno Slank adalah dalang muda yang sedang naik daun. Ia adalah adik Ki Anom Suroto.
More

Ki Sutarko Hadiwacana

Sutarko lahir pada 25 Desember 1943. Agamanya Islam. Ia lulusan Akademi Bahasa Inggris, di Bandung. Sutarko terbilang sukses dalam pendidikan putra-putrinya, yang hampir semua adalah sarjana Sutarko dikaruniai lima orang putra putri, yaitu: Parikesit Dipoyono (STSI) , Endahsih (Sarjana Bahasa Inggris), Diah Shinta (Fak. Janabadra), Sinom Pradopo (Abayo, Yogyakarta), Putut Danardono (SMA). Dari kelima putra putrinya, Parikesit Dipoyono diharapkan bisa mewrisi keahliannya dalam mendalang.
More

Ki Bambang Sarjito

BAMBANG SARJITO, dalang muda kelahiran Sragen 16 Februari 1970. Belajar mendalang dari orang tuanya, kemudian memperdalam pengetahuannya secara akademik di Jurusan Pedalangan STSI –Surakarta walaupun tidak sampai selesai.. Dalang yang satu ini menguasai penonton di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Selatan, Tengah dan Timur.
More

Ki Soegito Poerbocarito

SOEGITO POERBOCARITO, KI (1940 – ) Lahir di Banyumas, 19 Desember 1940. dalang Wayang Kulit Purwa yang tergolong senior dari daerah Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah. Ia salah satu dalang gaya Banyumasan. Dalang kelahiran Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ini mulai mendalang di muka umum ketika berumur 16 tahun. Di wilayah banyumas aterkenal dengan dalang Gito dan Gino. Keduanya dibedakan dengan gaya dalam pedalangannya. Pak Gito sangat teguh dengan paugeran dan pakem pedalangan Banyumas. Sedang Gino banyak melakukan penjelajahan dan pembaharuan dalam gaya pakelirannya. Untuk menyatukan dan mempertemukan kedua gaya itu dibentuklah sanggar Gito-Gino.
More

Ki Suleman

Dalang wayang Jawa Timuran, yang dikenal dengan istilah wayang kulit jeg-dong ini lahir di Malang, 11 Nopember 1939. Sejak kecil dia sudah mendalang dengan belajar dari ayahnya sendiri, Ki Draham. Menginjak remaja dia berguru kepada dalang-dalang lain, seperti: Ki Parman, Ki Suwoto, Ki Pit Asmoro. Dalang yang satu ini banyak menggubah lakon-lakon wayang dan dipentaskannya sendiri, seperti Bagong Sugih, Pandawa Maneges, Sena Miruda, Semar Mejang, Anoman Pikun, Sena Maneges dsb.
More

Ki Enthus Soesmono

ENTHUS SOESMONO, (1966 – ), lahir pada Selasa Legi, tanggal 21 Juni 1966 di Desa Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Ia adalah anak satu-satunya Soemarjadihardja, dalang wayang golek terkenal di Tegal, dengan istri ketiga yang bernama Tarminah.
Sejak berumur 5 tahun ia telah sering mengikuti pentas ayahnya. Oleh karena itu ia sangat akrab dengan dunia pedalangan.
More

Ki Purbo Asmoro, S Kar, M. Hum

PURBO ASMORO, S Kar. M. Hum. (1961 – ) Banyak penggemar yang mananyakan nama aslinya pada berbagai kesempatan berjumpa. Padahal nama aslinya atau nama kecil pemberian orang tuanya ya Purbo Asmoro itu. Lahir di Pacitan, 17 Desember 1961. Tinggal di Gebang, Kadipira, Surakarta. Seorang dalang Wayang Kulit Purwa yang mulai terkenal sejak tahun 1990-an. Keahliannya diwarisi dari ayahandanya yang juga seorang dalang. Kemampuannya itu lalu diasah secara akademis di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Surakarta, lalu dilanjutkan di Akademi Seni Karawitan Indonesia Surakarta, lulus tahun 1986. Setelah lulus mengabdikan diri sebagai dosen di STSI Surakarta. Saat ini (2002) sedang menyelesaikan studi S.2-nya di Kajian Seni Pertunjukan UGM.
More

Ki Manteb Soedharsono

MANTEB SOEDHARSONO, KI (1948 – ), adalah seorang dalang Wayang Kulit Purwa yang mulai terkenal sejak tahun 1980-an. Ia berasal dari daerah Ndoplang, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Surakarta. Sebagai dalang, Manteb Sudharsono terkenal dengan sabetan-nya. Saking piawainya dia memainkan boneka wayang dengan segala variasi dan kelincahannya dia dijuluki Dalang Setan oleh para penggemarnya. Kalau sedang memainkan trik sabetan dengan cepat dan terampil layaknya sebagai tukang sulap. Misalnya dalam ramainya perang tiba-tiba tokoh yang tadinya terdesak “sim salabim” tahu-tahu memegang senjata dan ganti memukul lawannya. Tidak ayal penontonpun memberikan aplous yang gemuruh.
More

Ki Anom Suroto

ANOM SUROTO, H, (1948 – ), dalang Wayang Kulit Purwa, mulai terkenal sebagai dalang sejak sekitar tahun 1975-an. Ia lahir di Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu Legi 11 Agustus 1948. Ilmu pedalangan dipelajarinya sejak umur 12 tahun dari ayahnya sendiri, Ki Sadiyun Harjadarsana. Selain itu secara langsung dan tak langsung ia banyak belajar dari Ki Nartasabdo dan beberapa dalang senior lainnya.
More

Next Newer Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 183 other followers