Wayang Betel

Wayang Betel adalah sebuah garapan pewayangan yang ter inspirasi dari Wayang Lemah/Wayang Gedog, garapan ini tecipta karena penggarap melihat kehidupan wayang lemah pada masyarakat Bali hanya dikaitkan dengan upacara keagamaan. Penanggap pertunjukkan ini kurang memperhatikan baik tempat pentas maupun sarana-sarana pendukung lainnya. Hal ini membuat para dalang malas untuk menggarap bagian artistiknya, hiburan dan konteksnya. Wayang Lemah yang berfungsi ritual menjadi kemasan baru berbentuk hiburan seni yang segar, sehat dan bermutu.
More

Wayang Lemah

Kesenian Wayang Lemah sering ditemukan pada berbagai upacara keagamaan umat Hindu di Bali. Berbeda dengan wayang pada umumnya, wayang lemah memiliki ciri khas berupa waktu pementasan yang biasanya dilakukan di kala siang sehingga di sebut lemah yang dalam bahasa Bali berarti siang. Walau demikian waktu pementasannya menyesuaikan dengan puncak upacara keagamaan yang dilaksanakan sehingga pementasan bisa dilakukan pagi, siang, maupun sore.

More

Wayang Beber

Wayang Beber adalah seni wayang yang muncul dan berkembang di Jawa pada masa pra Islam dan masih berkembang di daerah daerah tertentu di Pulau Jawa. Dinamakan wayang beber karena berupa lembaran lembaran (beberan) yang dibentuk menjadi tokoh tokoh dalam cerita wayang baik Mahabharata maupun Ramayana.
More

Wayang Landung

Atraksi Seni Wayang Landung yang baru seumur jagung, langsung menuai prestasi. Sejak diciptakan awal Agustus 2007 oleh seniman Ciamis Pandu Radea (yang juga wartawan budaya SK Priangan) seni helaran kreasi baru ini mampu menjuarai 2 event besar. Prestasi pertama yang diraih Wayang Landung yaitu tampil sebagai 10 terbaik dalam kegiatan Parade Budaya Nusantara di Bali pada September 2007. Kegiatan prestisius tersebut diikuti oleh 50 peserta dari dalam dan luar negeri. Saat itu Wayang Landung menjadi utusan dari Kabupaten Ciamis sekaligus mewakili Jawa Barat bersama Kabupaten Sumedang.
More

Cenk Blonk, Wayang Kulit Bali Gaya Baru

Pergelaran wayang kulit di Bali sebelum ini identik dengan pertunjukan untuk melengkapi upacara keagamaan dan adat. Sebagai tontonan, seni hiburan itu kurang menarik minat masyarakat setempat, terutama kaum muda.

Namun, anggapan tersebut tidak lagi sepenuhnya benar, setelah I Wayan Nardayana melakukan terobosan, memadukan unsur tradisi dan kreasi untuk memperkaya pementasan wayang kulit Bali.
More

Sejarah Wayang Kulit Betawi

Konon, ketika Pasukan Sultan Agung Hanyokrokusumo dari Mataram menyerang Belanda ke Betawi, salah sebuah rumah di Jakarta menjadi pos peristirahatan tentara Mataram. Di pos itulah seorang tentara Matarm setiap malam bercerita tentang tokoh-tokoh dan peristiwa pewayangan. Kisah-kisah yang diceritakan ternyata banyak disukai penduduk. Berawal dari sinilah kemudian muncul seni wayang kulit Betawi. Salah satu bentuk teater Betawi, yang penting. Ini cerita sejarah wayang kulit Betawi versi Surya Bonang, seorang dalang terkenal di antara sedikit dalang wayang kulit Betawi yang masih tersisa.
More

Wayang Babad Karyane M Sugiarto

Donyaning wayang werna-werna, wiwit wayang kulit, wayang golek, wayang suket, wayang orang, wayang wahyu tekan wayang kancil. Wektu iki muncul kreasi anyar wujud wayang babad, kang nyritakake sejarah antarane krajan Demak, Mataram, Majapahit kaya sing ditindakake M Sugiarto.

Seniman kethoprak kasebut nggawe puluhan tokoh wayang babad kurang luwih tengahan taun 2007, lan wis bola-bali digelarake sahengga bisa nambah khasanah donyaning pedhalangan. Bab iki, jalaran panjenengane minangka seniman kethoprak lan sutradara siaran pagelaran kethoprak RRI Ngayogyakarta.
More

Previous Older Entries Next Newer Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 222 other followers