Super Togog

Wayang mbeling: “SUPER-TOGOG”.
Jejer Kerajaan Cendana-pura, patih Pragota menghadap
Raja Suyudana, yang sedang duduk gelisah, tampak sedih
bahkan rada-rada panik.
More

Balada Kunti dan Karna


Kokom tersedu. Ia membayangkan dirinya jadi Dewi Kunti, bunda para Pandawa yang tak diakui ibu oleh Karna, yang juga putra kandungnya.

“Bagaimanakah sikapku ketika menghadapi situasi seperti yang dialami Kunti?” Kokom masih tersedu sambil kepalanya rebahan di dada Juha pada sebuah Minggu sore.

Ada rasa sesal di hati Juha. Kenapakah ia harus menceritakan kisah Adipati Karna sehabis nonton wayang kulit melalui televisi dengan dalang Ki Manteb Sudarsono. Bukankah itu membuat sedih hati bininya?

Entahlah, Juha merasa lakon itu sedemikian menggetarkan nuraninya, karenanya wajib dibagi untuk Kokom. Apalagi interpretasi Pak Manteb yang mendudukkan tokoh Karna sebagai satria luhur yang punya sikap, yang sekaligus menggugurkan kesimpulan kebanyakan penonton wayang yang mengangap Karna adalah tokoh oportunis yang cuma mengejar pangkat belaka.
More

Bambang Ekalaya, Bukti Bakti Kepada Guru

“Mengapa seorang gelandangan dilarang belajar…?”, lagi-lagi orang ini bergumam sendiri. Suaranya hampir tak terdengar tertimbun suara engah nafasnya.

Pletak-pletuk suara pahatan masih terus terdengar. Hanya diterangi sinar bulan purnama dan api obor. Tengah malam itu patung sudah hampir sempurna terbentuk. Membentuk sosok tubuh dengan wajah peyot tua. Tangan kanan terlipat di depan perut, sementara tangan kirinya memegang gendewa panah.

“Salam hormat saya, guru…,” terdengar sang pemahat kembali bergumam sambil menghela nafas panjang. Tampaknya apa yang dilakukannya sudah selesai. Hari menjelang pagi. Sang pemahat tampak kuyu dan lusuh. Wajahnya cekung pucat. Kedua tangannya terlihat sedikit gemetaran. Pagi menyingsing itu sang pemahat duduk berlutut si depan patung buatannya sendiri.
More

Bima, Sang Perkasa

Bima (Sansekerta: bhīma) atau Bimasena (Sansekerta: bhīmaséna) adalah seorang tokoh protagonis dalam wiracarita Mahābhārata. Ia dianggap sebagai seorang tokoh heroik. Ia adalah putra Dewi Kunti dan dikenal sebagai tokoh Pandawa yang kuat, bersifat selalu kasar dan menakutkan bagi musuh, walaupun sebenarnya hatinya lembut. Ia merupakan keluarga Pandawa di urutan yang kedua, dari lima bersaudara. Saudara se’ayah’-nya ialah wanara yang terkenal dalam epos Ramayana dan sering dipanggil dengan nama Hanoman. Akhir dari riwayat Bima diceritakan bahwa dia mati sempurna (moksa) bersama ke empat saudaranya setelah akhir perang Bharatayuddha. Cerita ini dikisahkan dalam episode atau lakon Prasthanikaparwa. Bima setia pada satu sikap, yaitu tidak suka berbasa basi dan tak pernah bersikap mendua serta tidak pernah menjilat ludahnya sendiri.
More

Leluhur Pendawa – Bisma Dewabrata

Bisma tumbuh menjadi seorang ksatria yang gagah perkasa dan berbudi luhur. Prabu Santanu sering mempercayakan kerjaan Hastina kepada Bisma, sementara dirinya pergi berburu. Ini disebabkan oleh janji sang prabu kepada dirinya sendiri untuk tidak menikah lagi karena teringat akan cintanya kepada Dewi Gangga, untuk menghilangkan rasa rindunya kepada Dewi Gangga sang prabu sering pergi berburu. Saat sedang pergi berburu di dekat kali Yamuna, sang prabu mencium bau harum disekitarnya. Sang prabu menjadi bingung karena didekat situ adalah desa nelayan yang berbau amis. Ketika ditelusuri, sang prabu melihat seorang wanita cantik yang mengeluarkan bau harum dari badannya. Terkesima, sang prabu mendekati wanita itu dan menanyakan namanya … sang putri menjawab bahwa dia beranama Setyawati anak seorang nelayan. Sang prabu kemudian bertanya kenapa badannya bisa berbadan harum dan oleh Setyawati dijelaskan bahwa badannya dulu berbau amis tapi menjadi harum setelah ditolong oleh begawan Parasurama. Setyawati bercinta dengan sang begawan dan badannya menjadi harum setelah melahirkan seorang anak laki yang berbadan amis bernama Abiyasa yang kini sedang bersama ayahnya menimba ilmu.
More

Dewi Ambika



Dalam Mahabharata, Ambika merupakan puteri dari Raja Kasi dan istri dari Wicitrawirya, Raja Hastinapura. Bersama dengan saudaranya, Amba dan Ambalika, ia direbut oleh Bisma dalam sebuah sayembara (Bisma menantang para raja dan pangeran yang berkumpul lalu menaklukkan mereka). Bisma mempersembahkan mereka kepada Satyawati untuk dinikahkan kepada Wicitrawirya. Namun Wicitrawirya wafat dalam usia muda sebelum memberikan keturunan bagi Ambika.
More

Dewi Ambalika

Dalam Mahabharata, Ambalika merupakan puteri Raja Kasi dan istri dari Wicitrawirya, Raja Hastinapura. Bersama dengan saudaranya, yaitu Amba dan Ambika, ia direbut oleh Bisma dalam sebuah sayembara (Bisma menantang para raja dan pangeran yang berkumpul lalu menaklukkan mereka.) Bisma mempersembahkan mereka kepada Satyawati untuk dinikahkan kepada Wicitrawirya. Namun Wicitrawirya wafat dalam usia muda sebelum memberikan keturunan kepada Ambalika.
More

Previous Older Entries Next Newer Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 212 other followers