W.O.Bharata

Welcome to Classic & Legendary “WAYANG ORANG” BHARATA – JAKARTA

Selamat bergabung dengan WAYANG ORANG KLASIK & LEGENDARIS, WO BHARATA

============
Jl. Kalilio no 15, Senen, Jakarta Pusat
Jakarta, Indonesia

PERFORMANCE SCHEDULE
Regular shows is available only every Saturday at 8 PM – 11.00 PM

JULI
3 Juli – Srikandi Meguru Manah
10 Juli – Narasoma Tundung
17 Juli – Narayana Maling
24 Juli – Ramayana: Trijatha Krama
31 Juli – Pergiwa Kembar Lima

AGUSTUS
7 Agustus – Nirbito Lahir
14 Agustus – Nirbito Dadi Ratu
21 Agustus – Punokawan Sungging
28 Agustus – Gatutkaca Rajah / Aji Narantaka

SEPTEMBER
4 September – Kresna Nguntal Raga
11 September – Libur Idul Fitri 1431 H
18 September – Gatutkaca Kembar 3
25 September – Petruk Dadi Baladewa

TICKET PRICES ( 1 US$ = Rp 9,000,-)
VIP Rp. 50,000 – 6 rows A to F of 15 (90 seats)
1st class Rp. 40,000 – 6 rows A to G of 15 (120 seats)
Balcony Rp. 30,000 – 3 rows A to C of 15 (45 seats)

—————————————-

HOW TO RESERVE:
Please call Mr. Yunus +62-856 1211 842 or Ms. Endang + 021 988 968 44 (in Indonesian language only)

To avoid disappointment and to book the seats you’d like, please book well in advance. Tickets are sold at the rate of 80% for every performance especially for VIP tickets which are nearly always sold out many days before the show date.

BALCONY
Balcony seats are recommended for people who prefer to have unobstructed viewing. It is also worth buying this when all other tickets are sold out. Remember we only have 45 seats for this type of ticket.

HOW TO ORDER YOUR TICKETS?
Call our reservation desk and state which class ticket you require, and the preferred row and seat numbers. Payment and collection of tickets are on any Saturdays only! at the ticket booth of theatre between 08.00 pm – 10.00 pm

If you plan to collect your tickets on the night of the show, please do so before 08.00 pm o/c at the latest. We reserve the right to cancel your order and sell your tickets to other people after this, unless you give us prior notice that you are going to be late!!

LANGUAGE:
All performance is in Javanese language, but there is a running text over the stage which is for the time being in Indonesian. A limited copies of synopsis or summary of the story are available in Indonesian for those who do not understand Javanese, and can be obtained from the ticket booth.

BUILDING AND FACILITIES
This is a newly renovated building, clean and fully air-conditioned. It is equipped with clean western toilets. The stage has good lightings and sound systems for the enjoyment of the spectators.

PARKING
Located in the front of the building, with enough spaces for a large number of cars, this is safe and costs Rp 5,000/car.

KETOPRAK, OUR SPECIAL DISH
If you missed your dinner, don’t worry. For only Rp. 6,000 you can enjoy a delicious dish of ketoprak. Loyal fans of WO Bharata feel a night of viewing is not complete without having a plate of ketoprak to enjoy!

THE TRADITION OF ‘THROWING GIFTS’
It is customary in a folk Javanese performing art for the spectators to ‘throw a gift’ on to the stage during the performance specifically during the comic servants’ performance. The players pretend to be surprised and collect the gifts, usually a package of cigarettes or other small gifts as a token of appreciation.

RECOMMENDATION
WO BHARATA is highly recommended not only to the fans of this branch of folk performing art, but also to domestic and foreign tourists. Now there is no need to leave the capital to enjoy watching wayang orang in other parts of java. Let us help promote WO Bharata Jakarta as (one of) the centres of classical wayang art in Indonesia!

DANCE CLASSES
The group management offer classes of traditional Javanese dances. For further information please contact Mr. Senthun at +62- 817-007-9177 or email to senthunbhimanugraha@yahoo.co.id

SPECIAL PERFORMANCE
The group management offer special performance based on request, both on location of Wayang Orang Bharata or other place/country. For further information please contact Mr. Senthun at +62- 817-007-9177 or email to senthunbhimanugraha@yahoo.co.id

Website: http://wobharata.multiply.com/ or http://www.wo-bharata.tk/ or follow us at http://www.twitter.com/wobharata
==========================================

Selaras gerak tari yang kompleks, sejenak terpana keluwesan sang Arjuna dan
Dewi Sukesi dalam tempo tari yang sangat lamban diiringi gending gamelan jawa.
Sesaat kemudian, berubah ke tempo tinggi dan adegan menjadi arena pertempuran
para buto (raksasa). Sepenggal alur adegan yang dinamis dari pentas Wayang
Orang Bharata melakonkan kembali kekuatan cerita-cerita Mahabharata dan
Ramayana. Dialog dan peran berkarakter ala teater. busana dan lukisan diwajah
serta tata panggung tradisional yang artistik. Menjadikan pentas Wayang Orang
Bharata sebagai sebuah pentas teatrikal kelas dunia.

Pagelaran baru akan dimulai sekitar pukul 20.00WIB. Para pendukung acara sudah
mulai bersiap diri selepas maghrib. Indonesiaculture.net mendapatkan kesempatan
(all acsess) untuk berada ditengah-tengah menyaksikan semua kegiatan Wayang
Orang Bharata. Berada dibelakang panggung, lebih dari 60 orang pelakon wayang
sedang asyik melukis wajahnya. Berbagai peran tokoh pewayangan mulai terlihat
dari goresan warna yang melekat di wajah.

Beberapa pelakon senior lebih dulu selesai bersiap diri. Para pelakon baru yang
masih sangat muda usia tak segan meminta bantuan untuk membuat goresan-goresan
yang dianggap sulit. Sahut-sahutan guyonan yang kreatif khas jawa terlontar
begitu saja dengan cepatnya meramaikan suasana ruangan yang memang sudah padat.
Satu persatu mereka bersiap diri disamping panggung melakukan pemanasan dengan
gayanya masing-masing. Terlihat tokoh Gatotkaca yang terus melafalkan dialog
bersamaan bahasa tubuhnya yang gagah, ditopang posisi kuda-kuda tegap.

Gending gamelan dalam tempo cepat terlantun, pertanda pagelaran wayang orang
dimulai. Seorang penari Sripi dengan memakai topeng kayu diwajahnya menari
begitu atraktif. Dari samping panggung sebagian besar pelakon lainnya serius
memperhatikan aksi panggung pembuka ini. Pantas dijadikan panutan. Proses
belajar yang tak pernah berhenti dari masing-masing pelakon wayang orang
terlihat dari belakang panggung.

Malam itu, pagelaran Wayang Orang Bharata mengambil tema Makutoromo, sebuah
wejangan atau wahyu yang diturunkan oleh Dewa kepada Abimanyu dari pertapaannya
untuk menentukan titisan ratu di kerajaan Astina. Lakon cerita dari pewayangan
yang selalu dipentaskan oleh Kelompok Wayang Orang Bharata tetap sesuai dengan
sumbernya yaitu dari cerita Mahabarata dan Ramayana yang berasal India. Cerita
mahabarata, ketika diadopsi ceritanya dikembangkan oleh para pujanga Nusantara
menjadi Bharatayuda.

Pada jaman itu, Jayabaya memberikan tugas kepada empu Sedah untuk mengembangkan
dan menulis cerita Bhatarayuda, kemudian sebelum selesai, empu sedah meninggal
dan dilanjutkan oleh empu Panuluh dan melahirkan cerita Bharatayuda. Kemudian
oleh para pujangga lain cerita Bharatayuda dikembangkan cerita-cerita lain yang
berdasar pada kitab Bhatarayuda.

Lakon dalam wayang orang tidak dapat disesuaikan dengan cerita modern seperti
kesenian ketoprak, karena cerita dalam pewayangan sudah sangat lengkap.
Misalkan dari segi sosial politik, dalam wayang orang terdapat itu cerita
tentang kudeta, perebutan wilayah dan jika dibandingkan dengan kondisi sekarang
semua sudah termaktup dalam cerita pewayangan. Jenis cerita pewayangan terdapat
ratusan jenis cerita.

Termasuk falsafah-falsafah tentang tata krama dalam kehidupan sehari-hari,
seperti bagaimana seorang anak bersikap dan berbicara dengan orang tua,
bagaimana hubungan antara rakyat jelata dengan rajanya dan masih banyak sekali
nilai-nilai budi pekerti yang dapat dipelajari dari sebuah cerita pewayangan.
Tak heran pada setiap pertunjukan Wayang Orang Bharata, para orang tua membawa
serta anak-anaknya. Biasanya mereka memilih balkon atas agar lebih leluasa
menterjemahkan filosofi-filosofi jawa. Melihat interaksi tersebut, rasanya satu
lagi misi pelestarian sosial budaya tersampaikan oleh kelompok Wayang Orang
Bharata.

Kelompok Wayang Orang Bharata, adalah sebuah paguyuban kesenian Wayang Orang
yang masih bertahan menjadi pejuang budaya dalam gerusan moderenisasi jaman.
Saat ini, tinggal tiga paguyuban Wayang Orang yang masih bertahan. Dua
diantaranya berada di kota Yogyakarta dan Solo. Wayang Orang Bharata yang
berbasis di Jakarta sebagai sentra negara Indonesia, menjadi tolak ukur
keberlangsungan tradisi kesenian Wayang Orang.

Menurut Marsam Mulyo Atmojo, Pimpinan Paguyuban Wayang Orang Bharata,
Berdirinya Kelompok Kesenian Wayang Orang Bharata tak dapat dilepaskan dari
keberadaan kelompok Kesenian wayang orang Panca Murti yang telah ada sejak
tahun 1963 dan berpusat di gedung realto theather, kawasan senen, Jakarta
Pusat-yang saat ini telah berubah nama menjadi gedung Wayang Orang Bharata.

Meski sempat pecah di tahun 1972, kelompok kesenian Wayang Orang Bharata sejak
pertama kali didirikan sampai dengan tahun 1999 konsisten menggelar pertunjukan
wayang orang. Namun sejak tahun 2000 hingga 2004, Bharata mengalami vakum dari
kegiatan pementasan wayang orang di gedung Bharata akibat dilakukannya renovasi
gedung.

Setelah renovasi gedung selesai dan Bharata kembali melakuan pertunjukan,
rutin satu kali dalam seminggu dihari sabtu malam. Tak sulit menemukan gedung
wayang orang Bharata lokasinya sangat strategis berada dideretan toko-toko
disamping terminal besar bis PASAR SENEN Jakarta Pusat. Oleh pengelola
dikembangkan juga sebuah kegiatan pelestarian wayang orang-dengan mendidik para
anak muda yang diharapkan akan meneruskan dan melestarikan budaya ini. Sebagian
besar anak muda ini adalah anak-anak dari para pemain senior Bharata. Sampai
saat ini jumlah seluruh anggota yang terlibat dalam kegitan Wayang Orang
Bharata 120 orang.

Sebagai sebuah upaya pelestarian sebuah budaya dan kesadaran yang sangat tinggi
akan arti seni wayang orang. Sering kali para anggota Wayang Orang Bharata
harus mengeluarkan biaya dari kantong mereka sendiri untuk membiayai sebuah
pementasan termasuk dalam proses latihannya dan tidak sedikit biaya yang mereka
keluarkan. Biaya yang dikeluarkan hingga jutaan rupiah untuk menyewa kostum,
transportasi, dekorasi dan sebagainya.

Ditengah beratnya upaya melestarikan budaya wayang orang, tetap terpercik
harapan karena sampai saat inipun masih banyak pihak luar negeri yang datang ke
Indonesia mencari kelompok kesenian wayang orang untuk diundang dan melakukan
pertunjukan di negaranya. Namun Marsam menyesalkan, karena adanya kecurangan
dari pihak terkait, sering kali mereka tidak datang langsung ke Wayang Orang
Bharata. Oleh orang-orang dinas kebudayaan para tamu luar negeri itu tidak
pernah dibawa dan ditunjukkan keberadaan kelompok wayang orang bharata, tetapi
mereka terima sendiri undangan tersebut dan hanya melibatkan beberapa orang
bharata saja.

Harus disadari bahwa sebuah pelestarian budaya adalah sebuah pekerjaan dengan
biaya mahal. Sebagai contoh kesenian kabuki di jepang, di sana pelaku kesenian
kabuki dijamin kehidupannya oleh negara, sehingga mereka dapat fokus
menampilkan kesenian kabuki dan baik. Berbeda dengan di Indonesia, meski sudah
ada perhatian dari pemerintah tapi tetap saja masih setengah hati, para pelaku
seni tetap harus berjuang untuk bertahan hidup dan menghidupi diri sendiri dan
keluarganya.

Melihat besarnya potensi kesenian wayang orang sebagai citra teatrikal
tradisional Indonesia berskala dunia, semua elemen harus membantu
melestarikannya. Datang dan nikmati pertunjukannya. Seperti saat pagelaran
beberapa waktu lalu, dua baris terdepan kelas VIP dipenuhi expatriates yang
mempunyai agenda rutin menyaksikan pagelaran Wayang Orang Bharata. Ketika
pertunjukkan berakhir beberapa orang perwakilan dari mereka datang menghampiri
para pelakon dibelakang panggung dan berujar dalam bahasa Indonesia ” teramat
istimewa..teramat istimewa,”

10 Comments (+add yours?)

  1. Trackback: habillawa
  2. Trackback: Seluk Beluk WAYANG « habillawa
  3. Hartian Dikha
    Mar 31, 2012 @ 11:03:40

    yang malem ini mana judulnya?

    Reply

  4. Iwung Wuryaningsih
    Mar 30, 2013 @ 14:19:14

    Jadwal acara tidak di update? Sy menghub no tlp diatas juga ga direspon. Bagaimana bs resevasi ticket. Tmksih

    Reply

  5. Mochammad Gempa Kromodiredjo
    Jul 06, 2013 @ 10:33:42

    Kenapa W.O. Bharata nggak pernah tampil lagi di TVRI ?

    Reply

  6. Is Cakra
    Jul 29, 2013 @ 17:56:54

    W.O.Bharata niver die,

    Reply

  7. Nor Hotim Rosa M
    Aug 30, 2013 @ 11:12:01

    love…love…love….

    Reply

  8. Okky Handayani
    Mar 16, 2014 @ 17:04:08

    Jadwal 2014?

    Reply

  9. Annisaa Azisah Ciannas
    Jun 07, 2014 @ 23:42:32

    Salam kenal. Kalau untuk jadwal 2014 bagaimana Pak?

    Reply

  10. Bambang Purwanto
    Jul 11, 2014 @ 14:34:19

    kalo langsung datang kira kira dapet ticket gak ya ?

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 198 other followers

%d bloggers like this: