Rama Obong

Dewi Trijata adalah abdi setia Dewi Sinta sejak pada waktu berada di Alengka lalu mengikuti Sri Rama sampai di Ayodya. Kapi Jembawan, seorang kera tua, jatuh cinta kepadanya dan merubah ujudnya sebagai Lesmana agar dapat bertemu dengan Trijata. Namun perbuatannya dapat dibongkar oleh Anoman maka berubah ujud semula Jembawan. Peristiwa ini dilaporkan kepada Sang Rama, yang selanjutnya Kapi Jembawan diperintahkan pergi ke Gunung Kutarunggu bersama Dewi Trijata.

Di perjalanan ia bertemu dengan Mayaretna anak Prabu Janaka dari Kerajaan Mantili yang jatuh cinta kepada Dewi Sumekar. Dalam mimpinya ia melihat wanita muda yang cantik dan dikira Dewi Sinta. Atas petunjuk Kapi Jembawan pangeran itu diminta menemui Rama dan bergabung.

Ramawijaya kemudian memutuskan akan masuk ke dalam api pembakaran dan meninggalkan pesan yang terakhir kepada Wibisana agar memerintah negeri Alengka. Ramawijaya juga mengatakan bahwa Anoman akan berumur panjang dan diminta bertempat tinggal di Gunung Kendalisada guna menjaga Gunung Somawana sebagai kuburan Rahwana. Sedangkan Laksmana menjelaskan bahwa kelak ia akan menjelma pada Kakrasana, seorang pangeran dari Madura.

Setelah semuanya siap maka Ramawijaya, Dewi Sinta dan Laksmana masuk ke dalam perapian. Demikian juga Mayaretna bersama Dewi Sumekar juga mengikuti Rama masuk ke perapian. Sedangkan kendaraan Mayaretna yaitu gajah Jaka Maruta serta kuda Balang Anteban masuk ke dalam Hutan Sokarembe.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: