Riwayat Bangsa Yadawa

Diceritakan bahwa Sri Kresna – penasehat Pandawa – adalah juga raja Dwaraka (Dwarawati) yang juga titisan Wisnu, telah berhasil memerintah negaranya menjadi negara yang adil dan makmur, cuma sayangnya kemakmuran yang telah dihasilkan menyebabkan rakyatnya menyukai pesta-pora, ber-olok2, menghirup minuman keras, manja, dan cenderung meremehkan pihak lain (note: kecenderungan seperti ini saat ini juga terjadi di negara Barat, yang kemakmuran negaranya menjadikan rakyatnya mengidap penyakit sombong, senang pesta pora dengan minuman keras, cenderung dekaden yang pada saatnya bisa membawa kepada kehancuran masyarakatnya sendiri).

Sebab: Pada suatu saat ada seorang pendeta pendatang yang konon sangat sakti berkunjung ke Ibukota negara Dwarawati. Samba – sang putra mahkota – yang memang terkenal manja dan sombong mengajak kawan2-nya untuk memper-olok2 sang pendeta dengan Samba pura2 berperan sebagai wanita yang sedang hamil besar, dan menemui sang pendeta dan minta diramal anak yang sedang dikandungnya apakah akan lahir pria atau wanita. Sang pendeta tahu sedang diperolokkan dan menjawab: “Anak yang akan lahir adalah sebuah gada yang akan menjadi sebab kehancuran bangsamu yang senang memper-olok2 orang lain dan pesta pora”.

Akibat: Samba dan kawan2-nya sangat terkejut dengan jawaban sang pendeta dan ternyata setelah dibuka, hamil buatan Samba terdapat sebuah gada besi. Nasi sudah menjadi bubur dan Sri Kresna menasehatkan agar gada besi tersebut dihancurkan, dibuang dan disebarkan dipantai. Konon pada saat dihancurkan ada kepingan kecil yang tertinggal, yang dipungut oleh seorang pemburu untuk dijadikan ujung anak panah, yang pada saatnya akan jadi penyebab terbunuhnya Sri Kresna yang secara tidak sengaja sang pemburu memanah telapak kaki Sri Kresna dengan anak panah tersebut.

Akibat: Besi yang disebarkan dipantai secara perlahan menjadi tanaman rumput. Pada suatu saat bangsa Yadawa melakukan pesta pora dengan memimum minuman keras – di lokasi pantai tersebut – sehingga timbul perkelahian diantara mereka sendiri yang apabila mencabut rumput, rumput tersebut berubah menjadi gada yang dipergunakan mereka untuk saling bunuh membunuh, sehingga tidak satupun prajurit Yadawa yang hidup. Bahkan diceritakan lautan telah meluap dan menenggelamkan negara Dwarawati dengan isinya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: