Tambak Undur

Rahwana telah terbunuh oleh Ramawijaya, selanjutnya ia mengutus Wibisana untuk masuk ke Istana Alengka terlebih dahulu untuk menemui Sinta. Ternyata Dewi Sinta walaupun masih tetap setia pada Rama meskipun telah lama tinggal di Alengka bersama Rahwana, Rama masih meragukan. Untuk mendapat kepastian tentang kesuciannya, Rama meminta Dewi Sinta masuk ke dalam api pembakaran yang dinyalakan dan ternyata ia dapat keluar dari api sebagai gadis remaja yang penuh sinar.

Setelah keraguan Rama lenyap, ia memerintahkan anak buahnya segera kembali ke Ayodya. Karena perjalanannya menyeberangi lautan, Batara Baruna dan Batara Amburawa diperintah untuk membantu Rama dan Sinta dengan cara membuat bendungan di atas laut serta pesanggrahan Kuta Giriging.

Perjalanan Rama dan istrinya menuju Ayodya di tengah tambak (bendungan) mendapat serangan Dewi Jarini, putri Sarpakenaka yang dibantu Sekesa anak Prabu Sumali dari Krenda Buntala.

Bala tentara Sekesa menghancurkan bendungan, tetapi berkat kesigapan Anoman para raksasa itu dapat dibunuh. Bahkan Dewi Jarini yang memiliki kekebalan kulit yang berbulu dapat dibinasakan Anoman.

Selanjutnya Rama dan Sita bertemu lagi dengan Branta serta Trugena di Ayodya, mereka sangat gembira selanjutnya pesta bersama.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: