B L E N C O N G

Bila KAUnyalakan blencongMU, mulailah Misteri PertunjukanMU pada layar terang: sebidang penuh cahaya dalam KegelapanMU yang tiada dasarnya. Puspa ragam diletakkan dalam bokor persembahan; semerbak kemenyan memenuhi rumah di malam hari, dan nada-nada seruling, rebab, dan gong menjadikan PertunjukanMU pesta Kehidupan yang keramat.

Bila KAUnyalakan blencongMU, dunia ini menjadi terang; dan aku pun sebuah wayang pada layar putih ciptaanMU. Ketika tiba saatnya bagiku, maka KAUangkat daku dalam tanganMU, dan dengan demikian aku tampil di muka layar duniaMU.

BlencongMU menyinariku; badan ini adalah bayanganku, tetapi aku sendiri dalam genggaman tanganMU.

Ajarilah daku merasakan tanganMU, karena aku tak tahu bagaimana harus berbuat.

Ajarilah daku mengerti suaraMU, agar aku tahu bagaimana harus bertutur.

Ajarilah daku mengetahui kehendakMU, agar aku tahu bagaimana berdiam diri.

Waktu ini singkat: hidupku ini berlangsung selama beberapa detik di dalam cahaya blencongMU yang bernyala penuh rahasia dari abadi ke abadi.

Katakanlah siapa dan apa aku ini, agar aku mengenal suka dan dukaku, cinta dan benciku sebagai sesuatu dari diriku sendiri, sehingga sembari tertawa dan menangis kulakukan kehendakMU.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: