Hasthabrata Delapan Ajaran Kepemimpinan Atau Delapan Ajaran Utama Alamiah

Hasthabrata ini adalah ajaran Sri Ramawijaya kepada Bharata dikala menyerahkan terumpahnya, sebagai lambang kekuasaannya. Kedua kepada Gunawan Wibisana ketika dinobatkan menjadi raja Alengka. Ketiga, kepada Arjuna dalam lakon Makutarama.

Delapan ajaran kepemimpinan atau laku utama alamiah yaitu:

1. Watak Matahari, matahari mempunya sifat panas dan penuh energi dan pemberi sarana hidup. Artinya: bahwa setiap pemimpin harus dapat berfungsi laksana matahari yaitu dapat memberi semngat, memberi kehidupan dan memberi energi kepada setiap anak buahnya.

2. Watak Bulan, bulan mempunyai wujud indah dan menerangi dalam kegelapan. Artinya bahwa setiap pemimpin harus dapat berfungsi laksana bulan yaitu dapat menyenangkan dan memberi terang dalam kegelapan kepada setiap anak buahnya.

3. Watak Bintang, bintang mempunyai bentuk yang indah dan menjadi hiasan di waktu malam yang sunyi serta mempunyai sifat menjadi kompas pedoman bagi mereka yang kehilangan arah. Artinya bahwa setiap pemimpin harus dapat berfungsi laksana bintang yaitu bertaqwa dan dapat menjadi contoh tauladan dan dapat menjadi pedoman bagi anak buahnya.

4. Watak Angin, angin mempunya sifat mengisi setiap ruangan yang kosong walaupun tempat rumit sekalipun. Artinya bahwa setiap pemimpin harus dapat berfungsi laksana angin yaitu dapat melakukan tindakan yang teliti, cermat dan mau berincognito / turun ke lapangan untuk menyelami kehidupan anak buahnya.

5. Watak Mendung, mendung mempunyai sifat menakutkan (wibawa), tetapi sesudah menjadi air (hujan) dapat menghidupkan segala yang tumbuh. Artinya bahwa setiap pemimpin harus dapat berfungsi laksana mendung yaitu dapat berwibawa, tetapi dalam tindakannya harus bermanfaat bagi anak buahnya.

6. Watak Api, api mempunyai sifat tegak dan sanggup membakar apa saja yang bersentuhan dengannya. Artinya bahwa, setiap pemimpin harus dapat berfungsi laksana api yaitu dapat bertindak adil, mempunyai prinsip tetap tegak dan tegas tanpa pandang bulu.

7 Watak Samodera, samodera mempunyai sifat luas, momot dan rata. Artinya bahwa setiap pemimpin harus dapat berfungsi laksana samodera yaitu mempunyai pandangan yang luas, rata, sanggup menerima persoalan dan tidak boleh membenci terhadap seseorang.

8. Watak Bumi, bumi mempunyai sifat sentosa dan suci. Artinya bahwa setiap pemimpin harus dapat berfungsi laksana bumi yaitu sentosa budinya dan jujur serta mau memberi anugerah kepada siapa saja yang telah berjasa bagi Negara dan Bangsa.

Demikianlah 8 azas kepemimpinan dalam Hasthabrata yang mempunyai makna, bahwa setiap raja/pemimpin apabila tidak melaksanakan Hasthabrata berarti raja tidak bermahkota, tetapi sebaliknya walaupun rakyat jelata, namun dalam hidupnya melaksanakan 8 azas kepemimpinan Hasthabrata berarti manusia yang bermahkota.

IR SRI MULYONO

YUDHA MINGGU, 8 OKTOBER 1971

About these ads

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 182 other followers

%d bloggers like this: