Ki R. Noer Iman Priyatna Kamadjaja WP

Ki R. Noer Iman Priyatna Kamadjaja WP lahir di Sukabumi pada 21 September 1930. Ia beragama Islam. Pendidikannya sampai S.G.A. Kegiatannya selain mendalang antara lain: Sebagai Ketua BKKI kabupaten Serang; Ketua Pepadi kabupaten Serang; dan Pelatih pembina Pramuka kabupaten dan propinsi.

Sejak berumur 9 tahun ia sudah belajar mendalang. Ia belajar pada Abah Maswi yang bertempat di Leuwiranji, Lebak, Banten. Untuk pertama kalinya di ditanggap orang mendalang pada umur 15 tahun kira-kira pada tahun 1945, di Pendopo Kabupaten Pandeglang.

Jenis pertunjukkan wayang yang dikuasainya adalah pertunjukkan wayang Golek. Sedangkan, daerah penggemarnya meliputi daerah Pandeglang, Rangkasbitung, Serang, Sukabumi, dan Jawa Barat.

Ki Priyatna sangat menonjol dalam hal lakon cerita Dalam hal lakon ia telah membuat beberapa sanggit lakon antara lain: Dikso Kolo Dharma; Arjuna Jaya Permana; Jalu Jatin Mertala; dan Prabu Anom Gandawercita. Dikso Kolo Dharma merupakan cerita yang mempunyai tema tentang tindakan pimpinan itu harus adil. Arjuna Jaya Permana merupakan cerita tentang kekuasaan dan kekuatan itu diperoleh tidak hanya karena dirinya sendiri. Jalu Jatin Mertala merupakan cerita yang mempunyai tema tentang amanat penderitaan rakyat. Sedangkan, Prabu Anom Gandawercerita mempunyai tema cerita bahwa seorang pimpinan itu harus bijaksana.

Pada tahun 1947 – 1960 ia mendapat bayaran rata-rata Rp 300.000,- sekali pentas. Saat ini imbalan dalam pentasnya antara Rp 5.000.000,– sampai Rp 10.000.000,–untuk di dalam kota tempat tinggalnya. Di propinsi dimana ia tinggal mendapat imbalan antara Rp 6.000.000,- sampai Rp 12.000.000,-. Sedangkan, di luar propinsi ia mendapat bayaran antara Rp 10.000.000,- sampai Rp 15.000.000,–

Ia sudah mempunyai sanggar sendiri dengan nama Eka Tri Loka. Muridnya kurang lebih 10 orang. Semuanya telah menjadi dalang yang maju. Ia juga memiliki kelompok karawitan dan seperangkat gamelan sendiri yang bernama Shidig. Jumlah anggotanya kuramg lebih 15 orang.

Tokoh yang menjadi favoritnya dalam wayang adalah Rama, Kresna, dan Arjuna. Rama manjadi tokohnya karena sifat adilnya. Kresna menjadi tokoh karena kemahiran dalam berpolitik. Ia mengerti bahwa kadang sikapnya tidak adil. Namun, hal itu harus dilaksanakan demi tugas negara. Sedangkan, ia memilih Arjuna karena merupakan merupakan pertapa yang baik. Arjuna merupakan simbol dari hasrat manusia untuk mencari ilmu pengetahuan. Sedangkan, untuk lakon yang menjadi favoritnya adalah tentang Hanoman Duta, Karna Tanding, dan Smaradahana.

Dalam proses kreatifnya sebagai dalang, ia menmpunyai dalang favorit antara lain: Ki Mama Isra (Sukabumi); Abah Maswi (Rangkasbitung); Dede Amung (Bandung) dan Den Entah (Bogor).

Selama mendalang ia mempunyai pengalaman menarik yaitu ketika mendapat tanggapan tetapi tidak mendapat bayaran. Tuan rumah membayarnya dengan pesawat radio dan 20 karung beras. Sedangkan keluhannya selama menjadi dalang adalah melihat keprihatinan terhadap para dalang yang kurang mempunyai intelektual tinggi karena mereka rata-rata luluran SD/SR. Disamping itu, ia mengeluhkan karena perthatian yang kurang dari pemerintah dan dinas yang terkait dengan seni pedalangan. Ia juga mengeluhkan maraknya perederan kaset wayang golek di pasaran. Hal ini mempengaruhi minat penonton untuk menyaksikan pertunjukkan wayang golek secara langsung.

Kiatnya menjadi dalang sukses dan tenar menurutnya adalah setia kepada tawajuh guru karena guru adalah orang yang mengajarkan ilmu kepada kita. Disamping itu, ia banyak membaca buku-buku tentang seni pedalangan. Sebagai bahan perbandingan, ia banyak nonton garapan pergelaran dalang lain.

1 Comment (+add yours?)

  1. Puguh Tea Ajah
    Mar 23, 2012 @ 17:48:38

    …..Motto saya “Lenih baik mati dalam kehormatan daripada dalam kenistaan” dan saya aktif di Pramuka sebagai “Pelatih Nasional Candradimuk”, Ketua BKKI Propinsi Banten, Ketua SNIWANGI Propinsi Banten, Ketua FK. METRA Propinsi Banten, Ketua SBPBI Propinsi Banten dan Ketua Umum PEPADI Propinsi Banten….keren…luar biasa…….

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: