Ki Tarjono Dalang Ruwat Banyumas

Ki Tarjono Wignyopranoto sebagai dalang wayang kulit sudah tidak asing lagi bagi masyarakat seni di Banyumas dan sekitarnya. Apalagi dalang terkenal yang merasakan masa kejayaan tahun 70-an tersebut, saat ini masih sering mendalang. “Tetapi sekarang saya lebih banyak mendalang untuk keperluan ruwatan. Karena itu sebutan saya sekarang adalang Dalang Ruwat,” kata Ki Tarjono yang pertama mendalang tahun 1965.

Ditemui KR, Kamis (24/1), di rumahnya sekaligus Pondok Soto Pak Jon’s miliknya, di Jl Karangrau Km 3 Banyumas, Ki Tarjono mengisahkan bahwa saat itu ia masih duduk di SMP. Sekolahnya tidak bisa selesai karena harus menggantikan ayahnya sebagai dalang wayang kulit. Sejak awal hingga sekarang, ia tetap setia pada pergelaran wayang gagrak Banyumasan. Bahkan Ki Tarjono saat ini merupakan salah satu narasumber yang selalu siap dan dengan suka rela menjelaskan wayang Banyumasan, kepada siapa saja yang memerlukannya.

Pada dekade 70-an sampai 80-an, Ki Tarjono boleh disebut sebagai dalang kondang. Saat itu ia bisa mendapat tanggapan sekitar 24 kali sebulan. Nama Tarjono sejak tahun 70-an bahkan tidak hanya dikenal di jagad pergelaran wayang kulit gagrak Banyumasan, tetapi juga terkenal di lingkungan seni ketoprak, lantaran ia menikahi Sudaryani, primadona ketoprak dari grup Sami Aji pimpinan Hardi Timbul (sekarang Timbul Srimulat).

Dari pernikahan dengan Sudaryani, Ki Tarjono dikaruniai lima anak, dua di antaranya kembar. Namun dari kelima anak itu, saat ini hanya Setyorini (anak sulung) yang menggeluti kesenian tradisional wayang kulit. “Kebetulan suami anak saya memang dalang wayang kulit, yaitu Kukuh Bayu Aji,” jelas Ki Tarjono yang sekarang lebih dikenal sebagai juragan soto sekengkel khas Banyumas. Sementara itu Nyi Sudaryani selain membantu berjualan soto juga membuka usaha rias pengantin.
Sejak tahun 1980, Tarjono memang merintis usaha jualan soto khas Banyumas. Saat itu usaha tersebut cukup laris, sehingga banyak pengusaha lain yang berjualan soto dengan ‘label’ Soto Khas Banyumas. “Meskipun demikian saat itu soto saya tetap laris karena kami punya resep yang benar-benar khas,” katanya.

Namun, lanjut Tarjono, pada suatu hari ada seorang wedana yang sudah menjadi pelanggan, menyarankan agar nama warung Tarjono lebih menonjolkan kekhasannya, yakni Soto Sekengkel Khas Banyumas ‘Pak Jon’. Saran tersebut dilaksanakan dan sampai sekarang Soto Sekengkel Pak Jon semakin laris. Bahkan sejak beberapa waktu lalu banyak pelanggan dari Yogya, Solo, Jakarta, Bandung dan kota-kota besar lainnya. Menu utama tetap soto sekengkel dan soto torpedo. “Tetapi sekarang bertambah lagi, sehingga ada Soto Neko-neko, Soto Granat, Soto Daging, Es Jerman dan Es Teman,” tambah Ki Tarjono Wignyopranoto.

1 Comment (+add yours?)

  1. Trackback: Ki Tarjono Dalang Ruwat Banyumas | Soto Sekengkel Pak Jon's

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: