Wayang Golek Moderen

Wayang golek modern merupakan salah satu seni pertunjukan rakyat yang terdapat di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Wayang golek modern ditemukan oleh Dalang Partasuwanda (alm). Seperti halnya wayang golek biasa, lakon yang dibawakan wayang golek modern yaitu cerita wayang purwa, yang membedakannya yaitu dalam wayang golek biasa dalangnya hanya seorang, antawacana pun dilakukan oleh seorang. Sedangkan dalam wayang golek modern, dalangnya lebih dari satu orang dan kadang-kadang antawacananya pun dibantu oleh dalang lain yakni setiap satu wayang satu dalang.

Dalam adegan perang, apabila keris atau senjata yang dipergunakan beradu, terdengar bunyi sesuai dengan bunyi aslinya, bahkan terlihat cahaya seperti kilat atau petir. Dalam adegan kocak atau lawakan yang diperankan oleh Si Cepot dan saudaranya, diperagakan dia naik motor atau mobil bahkan naik pesawat terbang, dan suaranya sama seperti suara aslinya. Ketika Si Cepot terlibat perkelahian, dia menggunakan senjata mesin seperti mortir dengan pelurunya yang kelihatan berhamburan dan kilatan cahaya yang mirip dengan cahaya pada senjata aslinya.

Pada jagat (gedebog pisang) pentas wayang golek modern dipasang layar yang dapat ditutup dan dibuka seperti dalam pertunjukan sandiwara di sebuah gedung. Di latar belakangnya pun ada seben yang gambarnya sesuai dengan adegan yang sedang berlangsung seperti dalam adegan keraton ditampilkan gambar ruangan keraton lengkap, dalam adegan di hutan ditampilkan pohon-pohon yang rindang. Selain gambar pohon-pohonan, pohon kecil pun disiapkan.

Gamelan wayang golek modern ditempatkan di depan layar yaitu di depan jagat. Pesinden berada di depan yang terdiri dari beberapa orang duduk berjejer. Apabila sedang melantunkan lagu-lagu yang dapat menampilkan adegan joget, pesinden pun ikut berjoget. Bahkan, atas permintaan penonton pesinden berjoget dengan penonton. Apalagi sekarang, dengan lagu-lagu dangdut sudah biasa ditampilkan dalam pagelaran wayang atau kiliningan, pesinden harus mau turun melantai.

Selain wayang golek lengkap sebagai perlengkapan utamanya, perlengkapan lainnya seperti layar, lampu-lampu yang beraneka ragam, tepung atau bedak dan bunga es pun dipersiapkan. Waditranya, selain gamelan salendro dan pelog, ada pula tambahan kecapi, gitar dan kadang-kadang bongo. Sekarang mungkin elektone atau organ pun dimasukkan apabila wayang golek modern ini masih dipertunjukkan.

Di Kota Bandung, tepatnya di Gang Ihi, dulu pernah ada perkumpulan kesenian yang tergabung dalam Lingkung Seni Pusaka Siliwangi pimpinan Kapten Permana. Dalam perkumpulan kesenian ini, selain degung, kecapian dan lawakan terdapat pula wayang golek modern. Akan tetapi, sekarang lingkung seni tersebu telah pindah alamat ke Ciparay, Majalaya, Kabupaten Bandung.

Wayang golek modern terakhir dipertunjukkan adalah dalam HUT Bayangkara dari Grup Kepolisian. Tempatnya di lapangan Brimob Sukajadi. Dalam pertunjukan tersebut, pesindennya hanya satu orang. Gamelan ditempatkan di belakang layar sehingga tidak terlihat oleh penonton. Ini berbeda dengan pertunjukan wayang golek modern yang ditampilkan oleh Grup Wayang Golek Modern Pusaka Siliwangi.

Di televisi pernah juga ada pertunjukan wayang golek yang di belakang para pemainnya agak ke atas terdapat layar besar. Ketika dalang menampilkan adegan perkelahian, di layar tersebut ditampilkan adegan perkelahian yang diperagakan oleh para penari latar. Selain itu, ada pula yang memasang jagat dua pasang, sama seperti halnya wayang golek modern. Ketika pertunjukan sedang berlangsung, dalang yang berada di belakang mempertunjukkan adegan lainnya namun tanpa antawacana. Ketika ada adegan perkelahian, dalang di belakang pun mempertunjukkan perkelahian namun tokohnya berbeda. Pertunjukan ini disajikan oleh Kelompok Pedalangan STSI Bandung.

http://sunda.web.id/kesenian-jawa-barat/wayang-golek-moderen/

1 Comment (+add yours?)

  1. Aninditya Putri Anugrah
    Nov 15, 2015 @ 17:45:25

    terima kasih atas penjelasannya. tapi saya ingin bertanya, di tv sering ditampilkan pagelaran wayang golek yang menggunakan bahasa indonesia. ceritanya pun mengangkat kehidupan sehari-hari. itu termasuk kedalam wayang golek modern atau tidak ya? kalau bukan wayang golek tersebut termasuk kedalam jenis apa? terima kasih

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: