Diskusi Wayang Lindur Slamet Gundono

Peradaban dunia kini sedang bergolak. Benturan antara kepentingan-kepentingan pun tak terhindarkan. Lewat Pementasan Wayang lindur Ki Slamet Gundonoyang berjudul Uma Nyai Sendon, kekuasaan politik yang memaksakan kehendak disoroti secara tajam.

Berkembangnya isme-isme baru di dunia memaksa manusia lain untuk menyalahkan pihak-pihak yang dianggap tidak se-isme. Ada beberapa pesan yang saya coba sampaikan melalui pementasan ini. Bahwa nilai itu tidak dapat dipaksakan dan secara budaya pemaksaan itu tidak etis, kata Slamet Gundono usai diskusi tentang pementasan wayang lindur di auditorium Fakultas Sastra Universitas Airlangga kemarin.

Banyak peserta diskusi yang tertarik pada cerita yang disajikan Slamet Gundono. Tidak sedikit pertanyaan diajukan sekitar kisah yang dipentaskannya. cerita itu berawal dari perjumpaan saya dengan seorang warga Tibet dalam perjalanan ke Berlin. Rupanya, dia seorang yang terusir dari kebudayaannya sendiri, tuturnya.

Slamet menilai, seluruh etnis diseluruh dunia ini, termasuk etnis Jawa, sedang mencari jati diri dan mangalami gerusan nilai budaya. Pengejawantahan budaya sendiri sekarang sudah mulai kabur, kata Slamet.

Penokohan Monha salah seorang tokoh di wayang lindur- menyiratkan kisah bahwa kebudayaan akan terus mengalami transisi.
Budaya Jawa sekarang juga mengalami transisi menuju bentuk yang kita sendiri tidak bisa memprediksinya, terang Slamet.

Jejak yang paling nyata dari transisi budaya itu terdapat pada prasasti candi Sukuh “Di sana terdapat contoh kongkret mengenai masa transisi kerajaan Hindu-Budha yang saat itu beralih ke kerajaan Demak dengan budaya Muslim, katanya.

Banyak pemegang kekuasaan saat ini melakukan perselingkuhan budaya. Penokohan manikmaya “tokoh lain di wayang lindur- dalam menunjukkan pentas kekuasaan absolut yang tak bisa dipertahankan meski memiliki pondasi yang kuat.

Dikutip dari Jawa Pos Selasa, 27 November 2007

1 Comment (+add yours?)

  1. henryaja
    Mar 25, 2010 @ 11:49:42

    slm knal…dtg ya di pertunjukan wayang tanah ki slamet gundono di solo 31 maret 2010.

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: