Emas Hitam Trajutrisna


LAJU kapal selam The Jodipati Ekspres memecah kedalaman dasar samudera. Beberapa ikan hiu berseliweran memamerkan taring yang siap merobek-robek. Di antara mereka ada sejumput ikan cumi-cumi yang nongol satu-dua kali, menari-nari di depan kaca kapal selam.

Tiga sosok terlihat serius berbicara di geladak kapal. ”Kang Antareja, untuk amankan Trajutrisna, aku siap sendirian. Apa bener yang buat kekacauan adalah separatis Boma Narakasura?” ujar Gatotkaca gusar. Dahi Antareja yang dipercaya jadi komandan dalam operasi Snake Power menegang mendengar berondongan ucapan Gatotkaca.

Memang, perusahaan Ngamarta, misalnya PT Export Madukara, sedang menjadi incara penduduk pribumi di Trajutrisna. Sampai-sampai, Boma mengancam akan menembak pengusaha Ngamarta yang ada di Trajutrisna.

Dahi Antareja tambah berkerut. ”Ok, kalau ente diem aje, gue ajak gelut tuh si Boma,” tegas Gatotkaca lagi. Antareja masih diam. Dia sedang merenung. Apa sejatinya inti persoalan di Trajutrisna yang bikin geger.

Kapal selam muncul dari perut samudera dan bertengger 30 kilometer dari dermaga Trajutrisna dengan mulus. Di kapal sekoci, Antareja beri isyarat dengan tangan agar Gatotkaca istirahat dulu. Lalu, dengan kesaktian ularnya, ia memasuki dunia suku pedalaman di Trajutrisna.

Di sebuah hutan lebat, langkah Antareja terhenti. Ia melihat seorang suku pedalaman yang dingin menebar pandangan. Dengan mata ularnya, ia memperoleh informasi bahwa orang suku pedalaman itu sedang mencari harta karun emas hitam. Dan itulah ternyata sumber masalah di Trajutrisna.

Takut kedahuluan emas itu ditemukan orang suku itu, Antareja telepon Gatotkaca. ”Gatot, kamu harus bisa melacak keberadaan emas hitam itu. Segera temukan!” perintah Antareja.

Gatotkaca cepat berkemas. Ia bangunkan Bagong untuk ikut. Drog-dog-dog, sang dalang mulai suluk keras. Ooong…otot kawat balung wesi, Gatotkaca kringete sak wedang kopi, ooong,…

Dan cepat kaki Gatotkaca nggedruk bumi tiga kali dan bablas melayang. Bagong keponthal-ponthal terbang ditarik sedemikian rupa oleh Gatotkaca. Dari sorot matanya, Gatotkaca sebenarnya sudah mengisyaratkan kebingungan. Karena, dia sendiri antara percaya dan tidak. Ia juga belum tahu ke mana harus mencari emas hitam.

Kebimbangan yang mengantar Gatotkaca mengantarnya menembus langit. Ia menemur Dewi Mardiyah yang menguasai kekayaan di Kahyangan Pesisir. ”Ngger, salah kalau kamu cari emas hitam di sini. Sumpah, gelem busung,” kata Dewi Mardiyah mencoba meyakinkan.

Tapi, itu bukan jawaban yang diinginkan Gatotkaca. Kahyangan pun diobrak-abrik. Dewi Mardiyah ketakutan. Gatotkaca langsung menyergap roh yang cuek berlalu di depannya. Diputarnya bahu roh itu menghadapnya. Dan ternyata, itu adalah Firaun, raja bengis yang kaya-raya. Mata Gatotkaca mendelik merah. Seluruh badan Firaun ndredeg ketakutan. Tanpa bersuara, Firaun menunjukkan sebuah peta dari sakunya, menunjukkan tempat emas hitam.

Gatotkaca dengan Bagong membaca peta. Dengan pasti, Bagong menuju koordinat sesuai peta. Sebuah hotel berwarna emas luks yang serba mewah, lengkap dengan kolam renang air panas dan dingin, terletak di Afrika. ”Pasti nih emas hitam. Nang kana, bos,” tunjuk Bagong. Di lokasi itu terpampang tulisan Mozo Mozo Hotel, 250 yen all in/day.

Mereka segera masuk. Tingkat demi tingkat, yang mereka cari tetap nihil. Memasuki lantai 70, tiba-tiba terdengar suara bergemuruh diikuti bumi yang berguncang. Bagong langsung memeluk Gatotkaca. Mereka berdua sama-sama ngeper, takut badai pasir Afrika. Akhirnya seorang resepsionis menuntun mereka turun ke lantai dasar.

Setelah keadaan terkendali dan emosi sedikit reda, Bagong membaca ulang peta. Ternyata, mereka kurang detail. Di dekat koordinat yang dimaksud ternyata ada sebuah gunung hitam di tengah samudera yang aktif. Dan di pusat kota yang dimaksud terlihat tugu bermahkota emas 24 karat.

Kembali mereka meluncur. Sampai di Jakarta, mereka merangkul dinas kependudukan yang tengah merazia KTP pendatang baru. Diperoleh data nama Luna Hitam, Susi Hitam manis, dan banyak lagi. Dan ternyata, setelah diselidiki, itu bukan yang dimaksud Gatotkaca.

Tak kurang akal, paranormal pun mereka gandeng. Dari Ramalan Mbah Joko Goblog diperoleh keterangan seseorang bernama Rita Sugiarto, pelantun lagu Hitam Manis. Penyanyi dangdut ini pun jadi target sasaran. Dengan ajian Brajamusti, daerah Cibubur Jakarta, kediaman Rita, cepat terdeteksi. Kini mereka tengah mengendap mendekati sebuah jendela yang terang untuk mengetahui keadaan di dalam. Pas kepala melongok, tepat Rita sedang latihan nari dangdut dan tubuhnya yang sensual terpampang

indah. Bagong langsung keringat dingin. Gatotkaca memejamkan matanya.

Mereka tak kuat, segera ambil langkah seribu. Di bawah pohon beringin, Gatotkaca masih gemeteran. ”Udah, wis adoh, tenang,” ujar Bagong. ”Aku baru sadar, ternyata ada yang lebih manis dari istriku,” kata Bagong. Gatotkaca terpingkal-pingkal sambil memegangi perut.

Akhirnya mereka berdua memutuskan kembali ke Trajutrisna. Dan dari ketinggian, mereka baru sadar ketika melihat Trajutrisna yang kelam bagai emas hitam. Saat mereka menginjakkan kaki, mendadak Antareja menyambut mereka berdua dan berkata, ternyata emas hitam itu kekayaan Pulau Trajutrisna yang wujudnya bisa, emas, timah, hutan, dan macem-macem. Tapi sayang, itu tidak dikelola oleh orang-orang di pulau ini sendiri sehingga sering terjadi konflik yang ujungnya memakan korban sia-sia.

Gatotkaca dan Bagong cuma nggereng, “Sebuah pulau yang di-keduk kekayaan alamnya dengan atas nama kepentingan ekonomi. Namun adat, alam, dan peradabanya mulai hancur, pelan tapi pasti.” (*)

Oleh: Ki Slamet Gundono

1 Comment (+add yours?)

  1. oelil
    May 19, 2011 @ 11:27:13

    waaahh…elok saestu seratanipun puniko Ki…. monggo dipun lajengaken…

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: