Jujur Jadi Rakus


CAHAYA matahari pagi menerobos atap Kartika Grand Hotel…Sepagi ini Dul Togog sudah nyeruput secangkir teh basi sisa tadi malam sambil nonton kendalisada TV dalam siaran pers Sir John Ramawijaya. Sir John meminta maaf kepada rakyat atas perbuatan salah seorang anggota Partai Amanat Ayodya (PAA) yang diketuainya karena tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. Anggotanya itu diduga melakukan tindakan korupsi proyek Jembatan Situ Banda. Togog geleng-geleng kepala dan mulutnya keluar bunyi gemerotak. Dia frustrasi dengan apa yang barusan dilihat.

Mbilung nyelonong masuk rumah sehingga membuyarkan konsentrasi Togog. ”Kang, kita lagi menderita tapi kok masih ada wakil rakyat yang tega ngerampok duit kita lagi.” Pertanyaan Mbilung tak ditanggapi, namun Togog bergetar dan menangis. “Hik hik kita ratusan tahun menjaga raksasa jahat dan raja jahat agar menjadi baik, sekarang Abdul Sugriwa menjadi anak buah Ramawijaya yang dikenal orang bersih malah korupsi. Sempruuul,” teriaknya kesel.

”Cup..cup Kang,” Mbilung mendekati kakaknya. Sejenak mereka berpelukan. Mendadak Togog njenggirat berdiri dan lari ke arah kotak wayang. Dia mengobrak-abrik isi kotak, mulutnya nyerocos cari wayang Subali. ”Cepat cari resi Subali,” perintahnya. Mbilung ikut mencari walau tak tahu maksudnya. Namun, tokoh Subali lenyap dari dalam kotak, sedang mengembara. Brak, cempala sak genggaman dilempar Togog. ”Kunyuk Subali sialan, nyusahin orang saja. Dengan sedikit grusa-grusu, Togog nggandeng tangan Mbilung untuk mencari resi Subali. Togog menyiapkan pesawat capung, sekali gedrug bumi pesawat tua buatan Inggris berderak, melesat. Togog dengan sedikit salto gaya Rooney dan Mbilung menyusul loncat gaya Bruce Lee. Begitu naik, mereka berhasil menguasai kendali pesawat terbang dengan enjoy.

Misinya adalah meliput kehidupan Subali, pemilik aji pancasona yang dahsyat. Dengan program TV news, Togog harus mengawasi tokoh Kiai Subali, jika aji itu diberikan politisi berhati busuk, tentu berbahaya.

Setiba di hutan, Don Togog dikejutkan suasana geger ancaman senjata biologi produk Alengka Diraja. Presiden Rahwana menyerang hutan dengan menyebar virus pembasmi tumbuhan, pohon yang terkena langsung kering dan layu.

Di tempat Subali, raja kera yang sedang bertapa kalong juga terkena imbas amukan senjata biologi. Kamera Togog langsung meneropong tubuh Subali yang bergelantung di batang pohon namun tanpa sehelai daun. Gangguan Rahwana membuat semedi Subali otomatis gagal.

”Rahwana, mau apa lu ke sini,” sembur Subali yang complain. Rahwana meminta aji pancasona diberikan padanya. Jika tidak, seluruh hutan akan dimusnahkan. Subali menolak tegas dengan alasan Rahwana sudah sakti untuk apa memiliki aji lagi. Namun, Rahwana yang ingin tak terkalahkan bersikeras memintanya.

Subali menghindar karena ia adalah orang yang anti-kekerasan. Ia tinggalkan hutan, melesat sangat cepat masuk samudra kidul. Ia minta tolong Dewa Baruna untuk menyembunyikanya. Rahwana mengejar dan tak mau buruannya hilang. Sementara itu, kamera Togog terus menguntit. ”Cepat Lung ini momen penting.”

Baru di depan gerbang istana laut Dewa Baruna, Subali sudah dihadang raungan ikan kecil beracun anak-anak Rahwana. Namun, demi melindungi aji pancasona, ia terobos. Akibatnya, ia terluka di bagian kaki karena digigit salah satu ikan beracun. ”Sembunyikan inyong Pak Baruna,” kata Subali memohon. Saat berhadapan dengan Dewa Air, Baruna masih agak pening karena dalam seminggu ini cuaca di samudra bergolak tak menentu. Tapi, ia mencoba menyelamatkan Subali ubah wujud jadi kura-kura ninja dan ngumpet di sela-sela terumbu karang yang udah kena erosi. Rahwana melacak Subali di seluruh pantai selatan namun tidak ada.

Rahwana very angry jaja bang mawingo. Dia mengambil senjata Druwasa dan menancapkannya ke laut. Tubuh Dewa Baruna kepanasan dan segera mengeluarkan Subali dari terumbu karang.

Kabut laut memeluk Subali. Subali kembali melayang. Dari kedalaman laut yang dingin, ia mengerahkan tenaga dan masuk ke dasar bumi. Dengan susah payah, akhirnya ia sampai di kahyangan Yomani. Dewa Yamadipati duduk tenang dan bangkit setelah mengetahui ada yang datang.

Subali minta pertolongan. Yamadipati yang wujudnya menakutkan seperti yang tak bisa disebut namanya dalam cerita Harry Potter. Rahwana tiba di pintu neraka yang sepi. Ia coba ketuk pintu. “Apa Sang Yamadipati sembunyikan kelinci buruanku,” sapa Rahwana halus tapi bernada tajam.

”Tak ada binatang yang ke sini, hei budak,” kata Yamadipati berderak sombong. ”Oke friends but jika you not honest, aku akan ledakan neraka ini.” Tanpa ba bi bu, Rahwana melempar granat ke dalam neraka hingga Yamadipati tak sadarkan diri. Togog langsung open live event di TV ”Pemirsa, ternyata neraka juga bobol karena kejahatan manusia, incredible,” siaran news langsung beredar ke seluruh bumi.

Yamadipati terkapar, membiarkan Rahwana masuk neraka. Dengan cepat Subali tertangkap. Saat aji pancasona hendak direbut, Dewi Sukeksih, ibu Rahwana, muncul. ”Nak pulang ya, itu film Ronaldowati kesayanganmu lagi tayang, yuk,” katanya. Rahwana mendadak berubah menjadi anak yang manja dan bergelayut di bahu ibunya untuk pulang. Subali menjadi lega karena aji pancasona telah selamat.

Togog pulang dengan sedikit lega. Ia yakin tak ada orang yang jahat 100 persen, sama dengan tak ada orang yang baik betul. Orang jahat punya dunia, jujur seperti anak-anak, tapi juga rakus seperti anak yang ingin mainan.

Di bandara, sekelompok wartawan meliput Cris Gatutkaca, petinju Ngamarta yang lagi berjaya. Dalam wawancara, muncul pertanyaan bagaimana Anda bisa menang, Cris Gatutkaca menjawab kerja keras dan kerja keras.

Nah, itu baru clear. Bukan hanya ongkang-ongkang jadi DPW Dewan Perwakilan Wayang, kelihatannya bersih di balik wajah alimnya, ternyata rakus sama duit haram.(*)

Ki Slamet Gundono

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: