Kidang Emas apa Garuda

DI BAWAH rimbun dedaunan hutan Dandaka, Rama, Leksmana, dan Shinta berbincang serius. Sang dewi nan cantik itu tampak tengah merajuk. Netra-nya di-judes-judes-kan, tutuk-nya di-monyong-monyong-kan. Nggemesin betul.

”Gak sah mulih.. Gak dibukakan pintu! Pokok’e pulang bawa kidang emas,” kata Shinta merajuk. Kata-katanya pelan tapi menusuk.

Rama terlihat bingung, dia hanya mondar-mandir sambil memutar-mutar busur panah. Laksmana yang tegang hanya memandang ke arah lain. ”Berangkatlah, Kakang. Biar Shinta dilingkupi Kalacakra. Aman, aman..” ujar Laksmana. Beratnya hati tergambar jelas di wajah Rama. Sambil menenteng anak panah, dia berlalu pergi menuruti rasa cintanya pada sang istri.

***

Adegan tersebut disaksikan Togog dan Mbilung dari ketinggian 50 meter. Dua ”punakawan hitam” itu tersenyum-senyum simpul. Tapi, bos mereka, Rahwana, malah cuek. Dia cuma bergelantungan di pohon dari sulur ke sulur ala Tarzan.

”Bos, nyam-nyam..ada daun muda! Wuih, gurih! Menantang ditaklukkan,” seru Togog. Rahwana masih tetap tak peduli. ”Auoo…… Enakan begini, Gog. Nggandul-nggandul di pohon, deg-deg plazzz.. Eh, cantikan mana sama istriku ke-25?” kata Rahwana.

Dengan teleskopnya, Togog melihat objek lebih dekat. Kulit Dewi Shinta yang bak pualam, bangkek’an yang nawon kemit, plus bibir yang kayak delima, membikin jakun Togog berlompatan di leher. Sreett, teleskop direbut paksa oleh Mbilung. Tapi, Togog balik merebut. Diulurkan teleskop itu ke Rahwana agar sang Dasamuka itu bisa melihat keelokan Dewi Shinta. Tapi Rahwana tidak tertarik.

Dasar, Togog jago provokasi. Dia bilang, kalau Shinta bisa ditaklukkan, Ngalengka akan lebih maju. Sebab, Shinta itu mengandung hoki. Rahwana kepincut. Dengan sulur yang kuat dan panjang, dia beraksi. Tubuh Rahwana, setelah di-pas-kan koordinatnya, didorong kuat oleh Togog dan Mbilung.

Wuzzz, tubuh Rahwana meluncur tak terarah. Braak, bodi bongsor (ombo ngisor) Rahwana menabrak pohon. Pohon itu tumbang diikuti pohon yang lain. ”Uuuasiiik! Boss aliiih fungsi hutan nich! Sering-sering saja, Bosss!” teriak Mbilung.

Meringis menahan sakit, Rahwana bangun dari reruntuhan. Togog segera mengejar. Dengan handuk, dipel-pelnya lecet-lecet Rahwana. Puluhan binatang liar meluncur dari bibir Rahwana. Lagi-lagi, dasar, Togog hanya terkekeh.

Melihat luka-luka Rahwana, Togog punya ide gila. ”Ni memang agak sakit. Dibaluri tape dikit ben dirubung laler. Tooop abis,” ujar Togog. Maka, dalam sekejap, mereka sudah menyamar sebagai serombongan pengemis sakti. Penyamaran sebagai pengemis itu memang punya satu tujuan. Mereka memanfaatkan jiwa sosial Shinta. Saat masih gadis, Shinta sudah menjadi Miss Wideha yang aktif di kegiatan sosial. Waktu baru menikah, Shinta juga jadi Kepala Dinas Sosial di Ayodya.

Tertatih dan saling menuntun, Rahwana cs mendekati sasaran. Rona wajah kasihan jelas tergambar di wajah Shinta. Mereka tung-kan tangan sambil bersimpuh di bawah Shinta. ”Tapi aku gak bawa uang cash, ada cara lain?” tanya Shinta. “Aaaadada ditransfer saja gimana?” teriak Mbilung dengan suara khasnya. Shinta menjawab dengan lagu,….wo..o..kamu ketahuan…. Plencing, mereka berlarian.

Otak Togog kembali bekerja keras. Ide brilian muncul dari benak Mbilung yang mengusulkan mengubah Rahwana menjadi Ramawijaya. Mbilung menghubungi rental kostum wayang orang terdekat. Dengan susah payah, sepuluh kepala Rahwana bisa diiket dan dipaksa masuk dibalik kerah baju. Dengan paha sedikit di-kempit, dada dibusungkan, Togog mengarahkan cara jalan Ramawijaya.

Walau sudah workshop sepuluh menitan, jalan Rahwana kagak berubah pas ndekati Shinta. ”Ngapain pulang? Sebelum bawa kidang emas, get oouuuut!!” teriak Shinta sembari melemparkan batu. Rahwana beberapa kali lari menghindari lemparan batu Shinta. ”Kunyuk jelek! Ide brilianmu bikin penyok kepalaku,” ujar Rahwana ke Mbilung.

Ketiganya melepas lelah di bawah tingginya pohon asem. Otak Togog masih tetap saja berputar. Tiba-tiba dalam keheningan, ringan meluncurkan kata-kata. Bahwa Shinta adalah anak Rahwana titisan Dewi Sri, tapi oleh dukun bayi setempat bayi Shinta di buang dan diganti bayi Indrajit.

Seketika, Rahwana muntab. Bendrongan diiringi tetabuhan kendang dan icik-icik oleh Togog dan Mbilung. Sekawan penari pengamen itu kembali mendekati koordinat Shinta berada. Rasa marah, kesal, dan senang yang campur baur jadi satu. Rahwana melepasnya dalam tari Bendrongan yang luar biasa bagus. Sampe-sampe Shinta terpana tidak ada kata selain sempurna.

Pelan tapi pasti, sendi-sendi Shinta mengikuti ketukan musik dan tanpa sadar Shinta keluar dari rajah Kalacakra. Langsung di-saut Rahwana, sementara sekali lompat Togog dan Mbilung sudah masuk kantung baju Rahwana. Mereka terbang di bawah histeris teriak ketakutan Shinta.

Teriakan itu didengar sang Garuda yang segera mencari arah datangnya suara. Tabrakan keras tak terhindarkan. Rahwana, Togog dan Mbilung terjungkal masuk kali kotor dekat TKP. Rahwana tidak terima, dengan sekuat tenaga kembali menyerang. Pertaruhan dahsyat tak terhindarkan. Sang Garuda terdesak, lewat pukulan lurus ke depan, telak membuat sayap kanan sang Garuda sengkleh. Sang Garuda jatuh menghunjam semak-semak Dandaka, tepat di sebelah Rama yang duduk terdiam meratapi istrinya yang hilang.

Sang Garuda menceritakan kronologisnya. Rama, kau telah ditipu orang-orang hanya yang hanya kepincut dan mengejar kidang emas, harta benda. Ramawijaya tersadar dan mengerahkan seluruh warga Ayodya untuk memperbaiki sayap Garuda.

Oleh: Ki Slamet Gundono

2 Comments (+add yours?)

  1. sifandy.com
    Feb 14, 2015 @ 19:03:24

    Ijin share di website ku ya🙂 http://www.sifandy.com

    Reply

  2. Trackback: Kidang Emas apa Garuda - sifandysifandy

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: