Pagebluk Flu Joss

SUASANA di kandang Babi Cage Modern Land terasa ricuh. Isu pemusnahan binatang yang bernama babi sudah sedemikian menyebar. Itu terkait fenomena flu babi yang menghajar negara Meksiko.

Seluruh babi pun mengadakan rapat akbar di kandang terbesar, tempat Miss Gruik, ibu babi yang terkenal sangat berwibawa. Rapat di kandang itu begitu menegangkan. Banyak email, surat, dan SMS yang masuk ke laptop Miss Gruik. Isinya sama, yaitu ketakutan dan kegelisahan babi pada pemusnahan masal. Bertahun-tahun para babi menderita karena cacing pita, eh, sekarang malah dapat flu yang berbahaya.

Sederet tindakan menjelang rapat langsung digelar. Miss Gruik mendesak Dewan Perwakilan Babi (DPBi) untuk membuat program masker gratis untuk babi yang tak mampu.

Karena acara itu urgent, semua babi di kandang bersiaga penuh. John Groiik, berbobot 250 kilogram, dengan mata sipit seperti cahaya laser yang dilengkapi infra red, ditugaskan memantau keadaan di luar kandang. Mas Guing, berbobot 150 kilogram, babi lulusan Pig Network Technology, ditugaskan di pos pemantau jaringan Facebook untuk menjaga opini agar babi tetap bisa dipelihara manusia. Dan si Rambo Grook, seberat 450 kilogram, ditugaskan menjaga pintu kandang. Sesekali, dia berendam di comberan hingga kadang ketiduran.

Rapat di kandang dimulai dengan hot. Miss Gruik sangat anggun berceloteh. ”Masa tubuh kita yang indah dan sensual ini mau dilenyapkan seenaknya oleh manusia? Setelah menikmati daging kita, mereka ketakutan hanya karena kita kena flu,” ujarnya.

”Aku juga benci lihat di warung ada menu babi guling dari babi kurus. Kita ini punya tubuh gempal kok di warung cuma gitu,” celoteh babi anggun yang suka nyinyir pada babi bertubuh kurus itu. Di tempat berendam, Rambo Grook lempar senyuman. Dia tepuk perut lantaran bangga punya tubuh super gemuk.

Semua babi berebut menyuarakan kesedihannya atas epidemi flu tersebut. Akhirnya, sebagai ketua Miss Gruik menawarkan proyek hidup bersih. Cara hidup babi yang jorok harus dibuang abis. Rapat distop sementara. Miss Gruik minta pertemuan dilanjutkan esok harinya supaya ada masukan dan pemikiran dari para babi lainnya.

Malamnya, Miss Gruik minta Rambo Grook untuk mencari sejenis flu. Bukan hanya virus untuk babi, tapi juga flu bebek, flu kambing, flu sapi, bahkan flu kutu. Itu agar semua binatang di dunia dimusnahkan. ”Jangan khawatir. Gue butuh satu hari kumpulkan flu yang berbahaya. Itu nanti kuberi nama Flu Joss. Hehehe,” kata Rambo Grook.

Keesokan harinya, Miss Gruik menyogok uang 1 miliar untuk setiap anggota Dewan Perwakilan Babi. Hingga usulnya agar hewan dan manusia dimusnahkan pun gol. Maka, dibuatlah tim dari berbagai babi untuk menyebarkan pagebluk lewat media virus Flu Joss.

Dalam perjalanan jauh, mereka menyebarkan Flu Joss ke Amerika dengan perantaraan binatang pacuan kuda. Selanjutnya, penduduk Hongkong dibuat kalang kabut dengan flu bebek. Setelah puas, rombongan babi melanjutkan perjalanan ke Asia Tenggara, menuju Indonesia. Rombongan itu dipimpin sendiri oleh Miss Gruik.

Namun, di tengah jalan, rombongan itu berhenti. Mereka melihat seorang tua gemuk yang selalu tertawa ngakak saat membaca isi laptopnya. ”Waduh, hebat koen Puntadewa. Sip, sip, you, Raja Urinara,” teriak pujangga Semar, si gemuk itu, yang sedang membaca kehidupan dalam bentuk Mahabarata versi Jawa.

”Hei orang tua, siapa kamu? Tolong menjauh!!” gertak Rambo Grook bengis. ”Hei, gembrot! Eh, you rombongan babi mau apa ke sini? Mau fitness biar langsing, ya?” sahut Semar sambil kasih senyum. Terpaksa, para babi juga senyum melihat kelucuan orang tua itu.

Akhirnya, Miss Gruik dengan sopan menerangkan maksudnya. ”Kami mau serang manusia dengan Flu Joss. Sebab, kami putus asa untuk bisa hidup terus di bumi yang mau hancur ini,” keluh Miss Gruik dengan berlinang air mata.

”Eh, you semua are wrong. Tak tahukah kalian tentang Raja Puntadewa dan Sang Urinara?” tanya Semar. Semua terdiam. Semar pun mulai bercerita dengan suara merdu. Gayanya nge-rap.

Dulu ada kisah Puntadewa yang mau muksa ke Himalaya. Pendakiannya berat. Seluruh saudaranya, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa jatuh di lereng gunung. Hanya anjing yang mau temani Puntadewa. ”Ingat, hanya binatang yang ikhlas menjalani perintah Sang Pencipta yang akan masuk surga binatang,” ujar Semar menutup ceritanya. Suasana hening.

Miss Gruik dan rombongan babi merenung sambil menggali memori lamanya. Ya, ia masih ingat, ada manusia yang ikhlas berkorban demi bangsa burung. Yaitu, Raja Urinara.

Secepat kilat, Miss Gruik meminta Rambo Grook menyiapkan rapat darurat di kandang. Semua kelompok babi diminta tidak menyerang Indonesia. Namun, Babi Anggun nyeletuk. ”Kalau orang Indonesia hidupnya jorok seperti Rambo Grook ya bakal kena virus Flu Joss,” katanya nyinyir.

Rambo Grook tersinggung. Matanya mendelik marah, tangannya terangkat hendak menghajar Babi Anggun. Namun, Miss Grook menengahinya. ”Sudah, kita jangan saling menyalahkan. Kita belajar dari Semar tentang kata cinta,” kata Miss Gruik.

Para babi saling pandang. Mereka mencoba mendiskusikan arti kata cinta itu. Oh, cinta itu bundar, eh, enggak sih…cinta itu pipih, cinta itu berendam,…tenang,…berkorban,…dan, …dan di kotak wayang, Sang Dalang tak temukan wayang babi. Yang ada wayang celeng, dan di kotak wayang itu tak ada flu celeng. (*)

Oleh: Ki Slamet Gundono

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: