Dewi Kunti dan Pandawa Lima Tewas terkena Racun

Maka duduk makanlah keluarga itu dengan nikmat sekali dan setelah makan selesai semua merasa haus dan ingin minum. Bratasena mengatakan tidak jauh dari situ ada sebuah sendang maka mereka semua berjalan ke arah sendang itu, Pinten dan Tangsen yang sudah kenyang sekarang menjadi kembali gembira lagi dan lari mendahului mereka menuju sendang.

Sesampai di sendang mereka semua minum air sendang, hanya Semar yang belum minum menunggu giliran. Apa boleh dikata ternyata ternyata air sendang itu beracun. Dewi Kunti dan kelima puteranya menderita sakit yang sangat pada bagian perut dan kepala mereka, mereka semua mengejan-ngejan dan tewas seketika semuanya.

Semar yang melihat kejadian itu menjadi sedih dan gusar, pasti ada yang tidak beres dengan sendang itu. Dia menguras habis sendang itu sampai kering, dan ternyata di dasar sendang itu tampak Batara Brahma. Semar yang sangat marah karena momongannya mati semua, menangkap tubuh Batara Brahma dan dibantingnya dengan sekuat tenaga. Batara Brama yang tidak menyangka perbuatannya itu menyebabkan tewasnya Dewi Kunti dan Pandawa lima segera meminta maaf pada Semar. Semar kemudian meminta Batara Brama agar segera menghidupkan kembali Dewi Kunti dan momongannya, hal itu karena menurut Semar belum saatnya mereka mati, ada sebuah peristiwa besar yang akan terjadi, dan kalau mereka mati sia-sia saat ini maka Dewa akan dianggap tidak adil untuk selamanya.

Kemudian dengan tersenyum Dewa Hyang Batara Brama menghidupkan kembali Dewi Kunti dan Putera-puteranya.

Dewi Kunti dan Putera-puteranya kemudian mulai bangun dari kematiannya, seorang demi seorang. Mereka bingung dengan apa yang terjadi, kemudian mereka melihat Bapa Semar dan Dewa Batara Brama sedang bercakap-cakap, Bapa semar menolong mereka untuk bangun satu demi satu.

Dewi Kunti yang menyadari apa yang baru saja terjadi, segera tahu bahwa tadi ia dan anak-anaknya telah mati. Namun ia kini telah hidup kembali, pada saat dilihatnya ada Dewa, dia segera menghaturkan sembah kepada Dewa itu, siapapun Dewa itu pasti dia yang telah membangkitkannya dari kematian.

Setelah semua hidup kembali, Hyang Batara Brahma memberikan petunjuk agar Dewi Kunti dan permadi pergi ke Gunung Retawu. Di sana Begawan Abyasa, Kakek permadi dan Pendawa lainnya sedang menunggu. Sedang Puntadewa akan ditemani oleh Bratasena dan kedua adik kembarnya Nakula dan Sadewa diberi petunjuk untuk pergi ke Kerajaan Wirata, dimana raja yang berkuasa bernama Prabu Matswapati.
Namun sebelumnya Batara Brama berpesan agar Bratasena berganti nama menjadi Jagabilawa dan ngenger (ikut numpang hidup sambil bekerja) kepada Jagalwalakas. Sedangkan Puntadewa berganti nama menjadi Raden Wijakangka diberi petunjuk untuk melamar bekerja pada Prabu Matswapati.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: