Membuka Hutan Amarta

Tadinya selama di Wirata Puntadewa berganti nama Tanda Wijakangka, Bratasena berganti nama Jagalabilawa, Permadi berganti nama Kandiwratnala, Pintern atau Nakula berganti nama Dama, Sedangkan Tangsen atau Sadewa berganti nama Grati. Tetapi setelah para Pandawa berjasa membinasakan Rajamala, Rupakenca dan Kencakarupa, mereka kembali menggunakan nama semula dan mereka diberi ganjaran berupa hutan rimba yang masih sangat lebat bernama Amarta.

Pandawa berencana untuk membuka Hutan itu dan akan menjadikannya sebuah tempat tinggal, namun sebelum itu Bratasena menjemput ibunya Dewi Kunti ke Gunung Retawu.
Selang berapa lama, Bratasena datang bersama ibu Pandawa Dewi Kunti.

Sejak saat itu mereka mulai mengembara di hutan Amarta yang kini menjadi daerah mereka sebagai hadiah atas apa yang telah mereka perbuat atas kepahlawanan mereka di negeri Wirata.

Pandawa bersama ibunya mulai mengembara dan hidup di tengah hutan dengan menderita lapar dan sengsara. Kerap kali mereka terancam oleh bahaya. Tetapi berkat kekuatan, ketabahan dan keberanian yang mereka miliki maka segala bahaya itu dapat dilalui, terutama si Bratasena yang seolah menjadi pelindung bagi mereka semua. Jika ada angin besar, ibunya di panggul sementara si pinten dan tangsen berpegangan pada kedua kakinya. Jika Ibu dan saudara-saudara nya tidur maka si Bratasena yang berjaga-jaga mengawal mereka dari serangan binatang buas.
Bratasena sangat cinta kepada saudara-saudaranya dan sangat hormat kepada ibunya.

Prabu Matsawapati sendiri tidak melepaskan Pandawa membuka hutan itu sendirian, tetapi selang beberapa pekan setelah mereka memulai perjalanan di hutan amarta, dikirimnya Patih Nirbata dan para pangeran kerajaan Raden Seta, Raden Utara dan Raden Wratsangka, serta beberapa prajurit Wirata untuk membantu mereka membuka Hutan.

Pada waktu sedang bersemadi di sanggar pamujan, prabu Matswapati mendapat “wangsit” dari dewa bahwa Hutan amarata atau Wana Amarta atau Wanamarta atau sering juga disebut Cintakapura, kadang ada juga yang menyebut daerah itu Batanakawarsa kelak akan menjadi negeri yang besar bernama negeri Amarta. Dan bahkan para Pandawa yang masih terhitung cucu dari sang Prabu itu kelak akan menurunkan raja-raja di tanah Jawa.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: