Konta dan Karna

versi komik:
gatotkaca lahir. jodipati gembira ria. sayangnya puser jabang tutuka tak bisa dipotong. bima menjadi gusar. didatangkanya semua para sepuh pandawa. kresna berkata agar mencari senjata konta yang akan diturunkan dewa. di khayangan naga percona membuat kerusuhan pengen menikah dengan dewi supraba. maka para dewa dan wadya bala raksasa berperang.

para dewata kewalahan sampai selamanangkep ditutup rapat. dan bhatara narada mengusulkan pada bhatara guru untuk meminta petunjuk. petunjuknya adalah yg bisa mengalahkan naga percona adalah jabang tutuka. tapi harus dipotong dulu pusernya dengan senjata andalan, senjata konta.
lalu hyang narada turun dan menyerahkan senjata konta kepada orang yang salah. dikiranya arjuna ternyata aradea alias karna. dan ahirnya ketemu arjuna dan punakawan asli. hyang narada mengaku kesalahanya. lalu arjuna pun mencari aradea. terjadi perkelahian ahirnya sarng senjata konta di dapat. sementara senjata kontanya itu tetep dimiliki aradea. disini lalu sampe bharata yudha nantinya senjata konta tetep jd milik adipati karna.

versi wayang:
adipati karna bersemadi. dia menajamkan mata bhatin agar diberikan kemenangan dlm perang bharata yudha. bhatara indra ayah arjuna merasa sangat kuatir karena arjuna akan kalah dlm perang bharata yudha jika karna masih memiliki baju zirah dan anting bhatara surya. maka datanglah bhatara indra menyamar sebagai pertapa ke adipati karna. ditemuinya adipati karna dan petapa itu meminta baju zirah dan antingnya.

karna menyetujui asal petapa mau memberinya senjata ampuh yg tiada bandingnya. petapa setuju lalu karna menyayat semua baju zirah yang melekat di tubuh nya. juga mengiris anting di telinganya. diserahkan kepada petapa tersebut. karena takjim bhatara indra memberikan senjata konta yg cuma bisa digunakan sekali. dan itu akan digunakan karna dalam perang bharata yudha nantinya.

versi film mahabharata:
menjelang perang kunti didatangi kresna. diingatkan arjuna tak akan menang jika karna masih memiliki baju zirah bhatara surya. maka diharapkan kunti mau membujuk anaknya. lalu datanglah kunti menemui karna. saat itu karna sedang mandi di kali untuk penyucian diri. ajakan kunti untuk mengikuti pihak pandawa di tolak. tetapi permintaan kunti agar baju zirahnya diserahkan kepada ibunya dilakukan. disayatnya baju zirah itu yg melekat dengan kulitnya. darah mengucur sekujur badannya.

tapi karna tak juga menarik wajahnya. lalu dengan takjim diserahkan kepada ibunya. kunti menangis dan tak tega melihat karna berlumuran darah. dan pergi dengan sedih. melihat begitu besarnya ahlak karna datanglah bhatara indra. dia memberikan senjata konta kepada karna. agar digunakan sekali dalam perang bharata yudha.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: