Jamadagni

Jamadagni adalah putra brahmana Ricika/Wisanggeni, putra Maharsi Brigu (Dewatama) dari pertapaan Jatisrana, dengan Dewi Setiawati, putri Prabu Gadi raja negara Kanyakawaya. Ia mempunyai saudara kandung bernama Swandagni yang menjadi brahmana di pertapaan Ardisekar.

Jamadagni menjadi raja negara Kanyakawaya menggantikan kakeknya, Prabu Gadi yang meninggal karena usia lanjut. Ia menikah dengan Dewi Renuka, putri Prabu Prasnajid. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh lima orang putra semuanya lelaki dan yang bungsu bernama Ramaparasu atau Jamadagni Putra.

Merasa bosan dan jenuh hidup sebagai raja dengan segala kemewahan dan kemuliaannya, Jamadagni memutuskan untuk hidup sebagai brahmana. Tahta kerajaan diserahkan kepada murid dan putra angkatnya bernama Hehaya, yang naik tahta kerajaan Kanyakawaya bergelar Prabu Hehaya, istri dan semua anaknya diboyong masuk ke dalam hutan. Ia membuat pertapaan bernama Dewatama dan bergelar Resi Jamadagni.

Beberapa tahun kemudian, suatu malapetaka menimpa keluarganya. Pertapaan Dewatama diserang Prabu Hehaya. Resi Jamadagni yang membela kehormatan keluarganya, mati dibunuh Prabu Hehaya. Sedangkan Prabu Hehaya sendiri akhirnya mati dibunuh Ramaparasu.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: