Bayi Dampit Ikan

Di negara Astinapura, Dewi Gangga yang bidadari memutuskan untuk pergi meninggalkan suaminya Prabu Sentanu Raja, karena pelanggaran sumpah dari Prabu Sentanu , untuk tidak menanyakan atau melarang apapun yang dilakukannya, termasuk atas perlakuannya membuang ketujuh anaknya berturut-turut ke sunggai Gangga. Dewi Gangga pergi dengan meninggalkan bayi Dewa brata .

Pada suatu saat didalam perjalanan perburuannya , Prabu Sentanu di daerah Gajah Oya bertemu dengan Dewi Durgandini yang sudah ditinggal suaminya Begawan Palasara , yang sedang bertapa di gunung Sastra Rengga , perteman dua insan di luar istana, membuat rontok hati Sang Prabu, dan dia langsung melamarnya. Namun, menyunting mantan permaisuri negeri Gajah Oya
tidaklah gampang. “Paduka boleh mempersunting Gusti Durgandini dengan syarat, pertama harus setia. Kedua, jikalau nanti Gusti Durgandini melahirkan putra pria, dialah yang akan menggantikan kedudukan Paduka”, celoteh Ki Dasabala orang tua asuh Dewi Durgandini.

Pleng! Kepala Sentanu bagai dimartil. Sebab, ia sudah punya putera, Dewabrata. Keturunan Dewi Gangga inilah yang direncanakan menggantikannya. Sentanu kecewa lalu meninggalkan Gajahoya. Sampai istana, kontan sakit keras. Melihat keadaan semakin gawat, Dewabrata menanyakan perihal sakit ayahandanya, begitu tahu penyebab penyakit ayahandanya, putera Dewi Gangga yang terkenal bijak itu menuju Gajah Oya. “Dasabala, aku membawa pesan dari Ramanda prabu Sentanu , bahwa Sri Baginda setuju persyaratan yanjg diajukan gustimu”, tutur Dewabrata. “Tapi, bukanlah paduka sendirilah yang bakal menjadi raja?”, ragu Dasabala. “Memang benar dan kau berhadapan sendiri denganku. Aku ikhlas untuk tidak menggantikan Ramanda. Lagi, ketahuilah, demi kelancaran janjiku ini aku bersumpah akan menjadi seorang brahmacari”

Tidak lama setelah kunjungan Dewa-brata, dilangsungkanlah pernikahan agung Sentanu dan Durgandini. Karena kedua kerajaan berjarak dekat, maka Gajah Oya disatukan dengan Astinapura. Sedang disaat itu di Wirata, setelah Prabu Basukiswara lengser , maka jabatan raja diduduki oleh Durgandana dengan gelar Prabu Matswapati. Akhirnya, bayi dampit dari gua garba ikan itu sama-sama bahagia.

oleh Bpk. Djoko

2 Comments (+add yours?)

  1. Trackback: habillawa
  2. Trackback: Seluk Beluk WAYANG « habillawa

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: