Kostum wayang mewakili gaya pakaian era dinasti mana ?

Di mail list Paguyuban_Pecinta_Wayang@yahoogroups ada seorang anggauta mail list yang melontarkan pertanyaan mengenai busana wayang dan kelengkapannya ( dalam hal ini : praba ). Menarik untuk dibaca.

Kostum wayang mewakili gaya pakaian era dinasti mana ?
(1)

Ada pertanyaan saya yg sebenarnya sudah lama mengganjal dalam pikiran saya, yang hingga saat ini belum menemukan jawaban yang memuaskan. Karena pas Mas Bram Palgunadi sedang membahas wanda wayang, saya jadi tergerak untuk menyampaikan pertanyaan.

Kebetulan saat ini saya sedang mencoba mengotak-atik untuk membuat tokoh2 wayang untuk komik, sehingga saya coba buat dalam bentuk realis, seperti umumnya gambar2 tokoh komik. Saya coba membuat utk sedekat mungkin dengan gambar2 wayang versi wayang kulit, termasuk hiasan dan asesoris2nya.

Yang paling sulit saya “terjemahkan” dalam versi realis adalah asesoris yang disebut praba, yang biasa dipakai tokoh2 raja seperti Kresna, Baladewa, Duryudana, Gatotkaca dsb.

Kalau saya lihat pada komik2 wayang yg sudah ada, pakaian berupa praba ini seperti dihilangkan. Sebut saja tokoh Kresna pada komiknya Teguh Santosa, pakaian/asesoris berupa praba sama sekali tidak digambarkan. Begitu juga pada tokoh2 lain yang pada wayang kulit/wayang orang memakai praba, pada komik tidak memakai.

Dari perkiraan saya sendiri, mungkin penghilangan praba ini agar lebih realis dengan kenyataan bahwa kalau memakai praba seperti pada wayang orang akan sulit/ tidak leluasa untuk bergerak, saat duduk pada sandaran, atau bahkan kalau tidur.

Beda kalau pada wayang kulit, tokoh mau tidur, duduk atau jungkir balik tetap tidak terganggu denga adanya praba itu, malah sekaligus berfungsi penguat tubuh wayang karena jadi lebih lebar.

Pada wayang orang juga tidak ada masalah karena pada pertunjukan wayang orang tidak ada tokoh yang duduk pada kursi yang ada sandarannya, juga tidak

ada yang tidur dengan telentang.

Pertanyaan saya, jika pada kehidupan manusia pemakaian praba seperti pada wayang kulit kurang praktis dan kurang luwes, sebenarnya apa fungsi praba itu sendiri ? Saya lihat tidak hanya tokoh raja saja yang mengenakan praba, tapi ada tokoh lain yg jg memakai praba seperti patih Gandamana pada wayang gaya Yogya, Wibisana sebelum jadi raja juga sudah memakai praba, dewa2 spt Batara Indra dsb.

Lebih jauh lagi pertanyaannya bisa dikembangkan :

Sebenarnya kostum wayang seperti pada wayang kulit atau wayang orang itu mewakili gaya berpakaian pada era kapan?

Kalau kita lihat pada era kerajaan2 tertentu pada sejarah kita tidak ada yang seperti pada pewayangan itu, terutama pemakaian praba. Di Ketoprak pun (yg biasanya tokohnya dibuat lebih realis) tidak ada tokoh yang memakai praba. Bahkan, pernah ada pentas Ketoprak pada acara yang diadakan Kraton Yogyakarta yg mengambil lakon “Kresna Duta” dari seri Mahabarata. Para tokoh seperti Kresna, Duryudana, Salya dan Karna pada Ketoprak itu tidak memakai praba seperti pada wayang orang.

Jadi, apakah kostum wayang tsb bisa menggambarkan gaya berpakaian era dinasti tertentu nenek moyang kita dulu, atau dinasti di India sana, atau sebenarnya hanya fantasi dari para kreatornya saja?

Jika memang hanya fantasi saja, sungguh hebat daya imaginasi para seniman kreator wayang pada masa lampau itu. Bisa dikatakan jg bahwa wayang adalah carita super fantasi. Hanya karena penyampaiannya dengan media seni tradisi jadi orang lupa bahwa seni wayang adalah seni penuh fantasi dan imaginasi.

Coba kalau cerita wayang ini dibuat film macam The Lord Of The Ring, pastilah menjadi film super fantasi sepanjang masa yang sulit dicari tandingannya.

Demikian beberapa pertanyaan saya berkaitan dengan kostum2 wayang tersebut, terutama soal praba. Sehingga kalau ada penjelasan yang masuk akal akan bisa digambarkan bagaimana pakaian wayang secara realis.

Mudah2an ada yang berkenan memberi penjelasan secara gamblang.

Matur nuwun.

Salam,

aldenprap@yahoo.com

(2)

permadi_putra_negara@yahoo.co.id memberikan tanggapan sbb :

permisi nderek urun klungsu reketang udu ;

kalo pendapat saya, katanya ensiklopedia wayang indonesia , probo di identikkan dengan alat bisa terbang. Tetapi tidak semua wayang yang bisa terbang memiliki probo, misal harjuna dan anoman juga dewi dewi, jadi mungkin bukan untuk terbang.

kalo saya pernah dengar probo iku adalah perlambang probowo, sinar kekuatan dan kewibawaan dari seorang yang berpangkat ksatria , raja, kalo ceritanya katanya probo itu dulunya seperti buku yang di buka dan berdirikan seperti hufuf V menghadap membelakangi sang raja duduk, dan semuanya terbuat dari emas,sehingga dari kejauhan tampak bersinar dan menyilaukan karena memantulkan cahaya.

kalo di hindia probonya berbentuk menyatu dengan kursi besar bagian bulatnya bulat dengan tepat di belakang kepala raja lah yang mirip dengan probo , kalo film india makotanya mesti ada bulatan di belakang kepala mungkin juga itu prabawanya.

mungkin intinya praba adalah alat tambahan untuk menambah nur perbaya kewibawaan seorang kesatria.

http://www.facebook.com/notes/wayang-nusantara-indonesian-shadow-puppets/kostum-wayang-mewakili-gaya-pakaian-era-dinasti-mana-/10150319500226110

4 Comments (+add yours?)

  1. Hida Shohei Miura
    Mar 03, 2012 @ 18:33:36

    saya seorang pengamat dan pecinta wayang, sedang menggarap novel yang bernuansa wayang. tokoh2 nya memang fiksi, baru, tetapi style gambar bergaya wayang.
    Nah, sy cuma ingin menambahkan..kl design busana, etnis dan budaya sejak wayang dibuat berkisar ratusan tahun lalu, sya rasa fungsi dari praba adalah sbb:
    – selain menjadi accesorries ciri khas bangsa keraton, petinggi, pejabat, praba juga bisa berfunfsi sbg saku belakang, untuk menyimpan surat gulungan, identitas, barang berharga yg harus dibawa, dll.
    – Praba sebagai bentuk budaya kelas atas, dimana pemakainya terdidik untuk berpenbawaan tegap, jadi dlm posisi berdiri dan duduk harus tegap, tidak boleh menyandar. kalau harus menyandar, maka praba tidak membuat pemakainya kaku atau lelah. anggap saja sprti kita saat ini membawa tas punggung mungil yang empuk dr kulit. maka saat kita tidur d keadaan membawa tas tsbr, akan menjadi bantalan yg empuk.
    – Praba hanya untuk kalangan keraton, karena didsign demikian shingga mungkin pd masanya praba tergolong busana atau assesories tambahan yg cukup bernilai alias mahal.

    sekian gambaran dr saya, dan itu sekedar pandangan dan hasil penelitian sy sendiri, terima kasih.

    Reply

  2. Surya Dwi
    Apr 10, 2012 @ 23:24:49

    sy org yg awam dgn wayang, tp sy suka sekali dgn wayang.. yg menarik, kdg sy membayangkn bentuk praba itu sbg bentuk sayap pd cerita2 di komik.. ^^

    Reply

  3. Doddie Yulianto
    Aug 29, 2012 @ 14:45:56

    coba dekati secara arkeologis…
    seingat saya ada busana di sebut Praba dari emas koleksi Museum Nasional. yang patut dipastikan bentuk yang ada dari seluruh elemen yanga da dalam busana wayangf kulit adalah hasil stilasi dan distorsi dari busana yang sesungguhnya.

    Reply

  4. nha (@linadarnawan)
    Apr 11, 2013 @ 20:57:46

    saya suka dengan wayang….
    kalau kelengkapan busana pada wayang itu sendiri ada pengertian per bagiannya tidak, mohon bantuannya….

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: